NewsDari Tapanuli ke Makam Malikussaleh...

Dari Tapanuli ke Makam Malikussaleh…

ACEH UTARA | Puluhan warga Tapanuli Selatan berkumpul di Desa Meunasah Mecat, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (31/3/2019). Mereka tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (IMA-TABASEL).

Di lokasi, tim peneliti independen dari Central Information For Samudra Pasai Heritage (Cisah) menyambut. Mereka lalu duduk di depan makam dengan batu marmer yang tersusun rapi. Teratur dan bersih. Membaca surah Yasin yang dipimpin ulama setempat, Tgk Saiful Bahri.

Pemandu Cisah, Sukarna Putra, di depan puluhan mahasiswa menyebutkan terdapat 120 makam dari abad 13 -16 Masehi. Selain itu terdapat 11 Jasad sultan-sultan dari Kerajaan Islam, Samudra Pasai.

“Lokasi ini umumnya peninggalan periode ketiga saat itu dipimpin oleh Sultanah Ratu Nahrisyah. Sejumlah petinggi istana ada di lokasi ini,” kata Sukarna.

Dia menjelaskan di kompleks makan itu terdapat makam Sultan Mahmud Syach yang meninggal pada tahun 1444 M. Diantara nisan-nisan tersebut ada yang bertuliskan kaligrafi dari Surat Yasin, Surat Ali Imran, Surat Al-A’raf, Surat Al-Jaatsiyah, dan Surat Al-Hassyr.

Sultan lain di lokasi itu yakni Sultan Salahuddin (wafat 866 H / 1465 Masehi), Sultan Abu Zaid Ahmad (Wafat 870 H / 1466 Masehi), Sultan Mu’izzuddunya waddin Ahmad (Wafat 870 H / 1466 Masehi). Sultan Mahmud (Wafat 872 H / 1468 Masehi), Sultan Muhmammad Syah (Wafat 900 H /1495 Masehi).

Berikutnya, Sultan Al-Karim Bin Manshur (Wafat 900 H /1495 Masehi), Sultan ‘Adlullah Bin Manshur (Wafat 911 H /1506 Masehi), Sultan Muhmammad Syah III (Wafat 912 H / 1597 Masehi), Sultan ‘Adlullah Bin Mahmud (Wafat 914 H/ 1509 Masehi), Khoja Sultan Ahmad (Wafat 919 H / 1514 Masehi) dan Sultan Zainal ‘Abidin IV (Wafat 923 H / 1517 Masehi)

“Ini peninggalan sejarah paling besar di Asia Tenggara,” sebutnya.

Sedangkan Ketua IMA- TABAGSEL, Syaiful Bachri Nasution mengatakan kegiatan ini dengan tujuan ingin lebih mengetahui tentang kesultanan Sumatra-Pasai (Samudra Pasai).

“Samudera Pasai kerajaan terbesar dalam literature awal mula Islam di Indonesia. Kami penasaran ingin melihat langsung, mengetahui bagaimana bentuk makam petinggi istana dan ratu serta raja. Lebih dalam tentu tentang kepemimpinannya,” pungkas Syaiful.

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di...

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak...

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas...

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan...