ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah fungsi pendopo bupati menjadi posko utama penanganan banjir kabupaten itu, Jumat (28/11/2025).
Posko itu untuk mengantisipasi sebagian gudang telah terendam banjir dan tidak bisa diakses. Posko itu pula pusat distribusi bantuan.
“Untuk seluruh bantuan yang datang ke Aceh Utara kita terima di pendopo bupati letaknya di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Kita rubah fungsinya menjadi posko utama,’ sebut Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil.
Penanggungjawab posko langsung ditunjuk Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin.
Bantuan pertama diterima untuk korban banjir datang dari PT PT Pema Global Energi (PGE) atas dukungan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Bantuan yang disalurkan untuk Aceh Utara berupa 4.1 ton beras, 13.000 bungkus mie instan, 400 bungkus biskuit, 11.000 cup air mineral dan 200 liter minyak goreng. Sementara untuk posko banjir Lhokseumawe sebanyak 3.8 ton beras, 12.000 bungkus mie instan, 200 bungkus biskuit, 8.000 cup air mineral dan 100 liter minyak goreng.
Relations Manager PGE, Willya Retnosari mengatakan, harapan perusahaan agar bantuan masa panik tersebut dapat meringankan beban masyarakat di sekitar perusahaan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang terdampak banjir.
”Bantuan ini merupakan bukti kepedulian PGE terhadap masyarakat, bantuan masa panik ini kita serahkan di saat masyarakat sangat membutuhkan bantuan konsumsi karena terpaksa harus mengungsi atau rumahnya terendam banjir,” terang Willya.
Sementara Sekda Aceh Utara,Jamaluddin menyebutkan posko itu sebagai sentral utama penanganan banjir.
“Bantuan untuk korban banjir kami terima di posko induk, lalu didistribusikan berjenjang ke titik pengungsian,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir merendam sejumlah daerah di Aceh. Saat ini banjir juga merendam Kabupaten Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Kota Langsa, Pidie, Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Utara
|KOMPAS

Subscribe to my channel

