ACEH UTARA – Puluhan tenaga sukarela dari Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, berdemonstrasi di depan gedung Kantor Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (23/8/2022). Mereka menuntut dimasukan dalam pendataan rekrutmen pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini.
Mereka mengenakan pakaian serba putih dan berada diterik matahari. Berangkat dari rumah sakit dengan puluhn sepeda motor lalu bermonstrasi di depan kantor bupati.
“Kami tenaga sukarela hanya menuntut dimasukan dalam daftar PPPK. Itu dibolehkan oleh surat Kemenpan RB,’ sebut para demonstran yang didominasi kaum ibu-ibu ini.
Namun mereka meminta tidak disebutkan nama, karena khawatir akan dipecat di rumah sakit. Hingga akhir demonstrasi mereka tidak bertemu pejabat daerah itu. Menurut keterangan satuan polisi pamong praja dan pamong praja, Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, sedang berada di luar kota. Sehingga tak bisa ditemui.
Setelah mendengar penjelasan itu, besok mereka akan kembali lagi ke kantor bupati. “Kami tidak punya SK selama ini, hanya nota dinas direktur. Alasan itu yang digunakan rumah sakit untuk tidak memasukan kami dalam pendataan,” kata demonstran beramai-ramai.
Mereka meminta penjabat bupati menerima mereka untuk mendengar keluhan langsung. “Kami mengabdi 17 tahun di rumah sakit, gaji dibayar dengan jasa BPJS rumah sakit,” terangnya.
Direktur RSUCM Aceh Utara, Boihaqi, per telepon, menyebutkan, dirinya sudah mengakomodir semua petugas di rumah sakit plat merah itu untuk masuk pendataan pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Saya tidak tau apa yang menjadi tuntutan mereka saat ini, sementara teman mereka yang lain sedang menyiapkan berkas untuk selanjutkan dikirim ke BAdan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Aceh Utara. Intinya, sudah kita upayakan agar tidak ada ketimpangan,’ pungkasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

