ACEH UTARA | Pemerintah Aceh Utara diminta bertanggungjawab terhadap Anisa (25) tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Pasalnya, gadis malang itu mengalami penyiksaan dari majikannya di Malaysia. Sekujur tubuhnya mengalami luka, kepala, tangan dan kaki. Bahkan, giginya rontok dan tulang hidung patah.
“Pemerintah Aceh Utara harus membantu pemulihan trauma dan pengobatannya. Mengapa mereka harus ke Malaysia, karena Pemerintah Aceh Utara gagal menciptakan lapangan kerja di daerah,” sebut seorang masyarakat Aceh Utara, Murthalamuddin, Rabu (24/7/2019).
Pria yang akrab disapa Abu Laot itu menyebutkan, pemerintah tidak boleh hanya menyerahkan persoalan itu ke Pemerintah Aceh. Pasalnya, korban berasal dari Kabupaten Aceh Utara yang memerlukan perhatian serius.
“Pemerintah harus memberikan keahlian agar dia bisa mandiri secara ekonomi. Jangan sekadar cari nama saja, tapi tidak menangani secara serius korban itu,” kata Abu Laot.
BACA JUGA : TKW Disiksa Majikan, Dinas Sosial Aceh Utara Mengaku Baru Tau
Kasus penyiksaan terhadap TKW itu sambung Abu Laot menjadi pelajaran penting bagi Aceh Utara untuk giat menciptakan lapangan kerja. “Sehingga rakyat tak perlu jauh-jauh cari kerja. Selama ini lapangan kerja tidak ada, maka terpaksa rakyat merantau ke luar negeri. Itu tanda Pemerintah Aceh Utara gagal,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Anisa, berhasil lolos dari rumah majikannya setelah lari dengan cara menaiki pohon. Bahkan, Anisa sempat dibuang oleh orang yang menemukannya. Beruntung komunitas masyarakat Aceh menemukan Anisa dan menjaganya. Kondisi Anisa dengan luka bakar sekujur tubuh, tangan dan kaki. Bahkan gigi gadis itu rontok karena disiksa majikannya. |RI |MU

Subscribe to my channel

