ACEH UTARA | Terduga pembunuh istri dan dua anak secara sadis yang terjadi di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara berhasil ditangkap oleh tim Jatanras Polda Aceh di kawasan Lambaro, Banda Aceh, Selasa (7/5/2019).
Direskrimum Kombes Pol Drs. H. Agus Sarjitomengatakan, tersangka pembunuh berinisial AG tersebut ditangkap sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Lambaro saat sedang menunggu angkutan untuk melarikan diri.
“Kasubdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Aceh mendapat laporan dari Kasat Reskrim Polres Lhoksumawe tentang adanya kasus pembunuhan itu yang selanjutnya Tim Jatanras berangkat ke Lhoksumawe untuk melakukan Back-Up pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku,” kata Agus Sarjito.

BACA JUGA :
Sadis, Suami Bunuh Istri dan 2 Anak Tirinya di Aceh Utara
Namun sekitar pukul 05.00 WIB, Tim Jatanras memperoleh informasi dari Kasat Reskrim Lhoksumawe bahwa tersangka telah melarikan diri ke arah Banda Aceh. Tim Jatanras pun langsung bergegas untuk mencari pelaku.
“Sekira pukul 08.00 WIB, Tim Jatanras yang melakukan penyelidikan keberadaan tersangka di seputaran Lambaro melihat seseorang yang identik dengan ciri-ciri tersangka sebagaimana diinfokan Polres Lhoksumawe. Dia sedang menunggu angkutan di depan Toko Cyber HP untuk melarikan diri. Setelah memastikan kebenaran orang itu sebagai pelaku, kemudian personel melakukan penangkapan terhadap pelaku dan selanjutnya dibawa ke Polda Aceh untuk diamankan,” ujarnya lagi.
Polisi mendapati identitas para korban yaitu Irawati Nurdin (33). Korban ditemukan tewas di ruangan dapur dengan kondisi leher tergorok dan luka sayatan di lengan nadi. Pembunuh AG adalah suaminya ketiga Irawati.
Korban tewas selanjutnya adalah Zikra Muniza (12), anak korban dari suami pertama. Zikra ditemukan di tangga rumah dengan kondisi punggung dan dada ditikam. Kemudian Yazid, bayi yang masih berumur 1,5 tahun. Yazid merupakan anak dari suami kedua korban. Sadisnya, bayi yang masih berusia 1,5 tahun ini ditemukan tidak bernyawa di bak mandi dengan kondisi leher ditikam.
Informasi terjadinya peristiwa aneh tersebut diperoleh dari salah satu anak korban yang selamat yaitu Zikri (4). Dia melompat dari lantai dua rumahnya saat kejadian itu, lalu mengabari ke warga sekitar bahwa ibu dan saudaranya telah dibunuh. |TI

Subscribe to my channel

