EdukasiMahasiswa Baru, Yuk Intip Biaya Kuliah di Aceh

Mahasiswa Baru, Yuk Intip Biaya Kuliah di Aceh

ACEH UTARA |  Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Aceh menerima 1.369 peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun 2019. Bagaimana biaya hidup kuliah di sana?

Dari jumlah itu, tentunya sebagian dari mereka datang dari luar Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe untuk menempuh pendidikan tinggi. Kampus Unimal terbagi dari beberapa tempat. Kampus utamanya di Reuleut, Aceh Utara. Kemudian ada Buket Indah, Lancang Garam dan Gor ACC Cunda, Lhokseumawe. Dari tempat itu, kebanyakan proses belajarnya berada di Buket Indah.

Menjadi mahasiswa di kampus Unimal, para mahasiswa baru (maba) tidak perlu pusing untuk mencari tempat tinggal. Di sekitar kampus, banyak rumah masyarakat dijadikan tempat kos atau kontrakan. Harganya pun bervariasi dan pastinya mudah terjangkau.

Zubaidah, salah seorang mahasiswi Unimal mengatakan, dia bersama tujuh orang temannya menyiapkan uang Rp 4 juta pertahun untuk membayar kontrakan rumah.

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Dr Herman Fithra, ST. MT. BAKATA.id/ABI

“Kalau tempat saya tinggal. Agak sedikit jauh dari Kampus. Itu harga kontrakan Rp 4 juta pertahun. Satu rumah itu ada dua kamar. Perkamar ada beberapa orang. Jadi, bisa patungan biar lebih murah,” kata Zubaidah kepada detikcom, Sabtu (23/3/2019).

Harga tersebut, tentunya berbeda jika indekos atau kontrakan yang dekat dengan kampus. Mungkin ada sedikit perbedaannya.

“Tergantung tempat, semakin jauh dari kota dan kampus maka semakin murah. Dulu, sempat juga ngekos di seputaran kampus. Harga kos perbulannya mencapai Rp 300 ribu atau setahunnya 3,5 juta. Ada juga yang harganya Rp 5 juta dengan berbagai fasilitas,” sebut Zubaidah.

Namun, harga tersebut tidak menjadi patokan. Sebab, bisa juga nego dan lebih murah sesuai dengan kemampuan. Termasuk, mendapat berbagai fasilitas lagi nantinya.

Di sisi lain, untuk makanannya tergolong standar dan murah. Tempat-tempat makan atau kantin di sekitaran kampus masih menjual harga sesuai kebutuhan mahasiswa yakni Rp 8 ribu perbungkus tergantung lauknya. Bisalah, buat ngeganjal perut.

Namun, bagi yang ingin rantangan juga bisa. Harganya juga bervariasi yakni dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu perbulan. Bisa barengan sama kawan juga rantangannya, biar lebih irit.

Zubaidah mengaku setiap bulannya paling banyak menghabiskan biaya sekitaran 1,5 juta hingga 2 juta. Jumlah ini, sudah termasuk semuanya seperti nge-print tugas, beli buku dan kebutuhan lainnya. Jika tidak ada keperluan penting, Rp 1 juta bisa tercukupi.|DTC

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

PMI Salurkan Bantuan Rp 2,3 M untuk Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh...

Oprit Jembatan Baylei Amblas Karena Banjir Aceh Utara Segera Diperbaiki

LHOKSUKON – Oprit jembatan baylei amblas karena banjir di...

Viral Tenda Pengungsi Korban Banjir Aceh Tamiang Dibongkar Paksa

KUALA SIMPANG- Sebuah video menarasikan pembongkaran tenda pengungsi secara...

Ini Dia Pilihan Tempat Berlibur Lebaran di Kota Takengon

Takengon adalah salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi...

Ribuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terkena Penyakit ISPA, Diare, Influenza dan Penyakit Kulit

KUALA SIMPANG- Penyintas banjir Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,...