LHOKSEUMAWE | Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, akan lebih fokus melakukan pemberdayaan relawan pada tahun 2019 mendatang, karena relawan merupakan sebagai ujung tombak organisasi kemanusiaan tersebut.
Ketua PMI Kota Lhokseumawe Junaidi Yahya, kepada Bakata.id, Jumat (28/12/2018) mengatakan, program kerja utama PMI Kota Lhokseumawe pada tahun 2019 yaitu melakukan pemberdayaan relawan, sehingga seluruh relawan harus mengikuti sertifikasi.
“Alhamdulillah saat ini 20 relawan kami telah memiliki sertifikasi dengan masing-masing bidang, yaitu Pertolongan Pertama, Water and Sanitation Hygine (Wash), Manajemen Tanggap Daarurat Bencana (MTDB), Restoring Family Links (RFL), Asesmen dan manajemen jenazah,” ujar Junaidi Yahya.
Junaidi Yahya menambahkan, bukan hanya sebatas itu saja, setiap relawan PMI Kota Lhokseumawe juga harus memiliki ilmu-ilmu profesional lainnya, sehingga tidak hanya mampu sebatas evakuasi saja, tetapi terampil diberbagai bidang lainnya.
Selain persoalan relawan, pada tahun 2019 mendatang juga mulai dilakukan pembagunan gedung Unit Donor Darah (UDD), yang berlokasi disamping gedung Markas PMI Kota Lhokseumawe.
“Bagi kami relawan memiliki peranan yang penting dan tanpa ada relawan tidak ada arti apa pun. Sehingga kami sangat fokus untuk melakukan pemberdayaan terhadap relawan dan tahun depan juga sudah dimulai pembangun gedung UDD,” tutur Junaidi Yahya. |RIL

Subscribe to my channel

