NewsDemo di RS PMI, Cek Mad : Kalau Ngak Ada Uang Gemana...

Demo di RS PMI, Cek Mad : Kalau Ngak Ada Uang Gemana Mau Bayar

LHOKSEUMAWE- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Thaib atau disapa Cek Mad, enggan berkomentar banyak terkait aksi protes tenaga medis dan staf administrasi Rumah Sakit PIM diduga tak kunjung dibayar.

Muhammad Thaib atau disapa Cek Mad menyebutkan selama ini Rumah Sakit PMI Aceh Utara, tidak memiliki pasien.

“Kalau gak ada uang gimana mau dibayar. gak ada orang yang berobat gimana mau bayar, kalau ada pasien kita bayar, kalau tidak ada pasien gimana mau kita bayar,” ujar Cek Mad, saat dikonfirmasi per telpon pada Kamis (12/8/2021).

Selain itu, Cek Mad juga tidak mempermaslahkan mengenai pemasangan spanduk di depan pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD) PMI Aceh Utara.

“Biarkan saja spanduk itu, gak ada uang gimana kita mau bayar. Saya tidak tau sejarahnya, yang tau pak ketua harian pak Iskandar Nasri, hubungi saja Iskandar Nasri sebagai ketua harian” kata Cek Mad

Spanduk yang terpasang itu bertuliskan para karyawan menuntut hak kepada pimpinan RS PMI Aceh Utara. Mereka juga menuntut agar tunggakan BPJS mereka diselesaikan pihak RS.

Selain itu para karyawan yang dirumahkan itu meminta THR sisa tahun 2020 yang belum dibayarkan kemudian pesangon buntut dari status mereka yang sudah dirumahkan.

“Tepati janji yang sudah bapak ibu sepakati, ingat hukum Allah sangat pedih, semoga bapak ibu masih punya budaya malu dan punya hati nurani manusia, jangan mendzolimi karyawan kecil,” dikutip dari tulisan spanduk tersebut.

Salah seorang karyawan yang di rumahkan, Azkari Fikri kepada wartawan mengatakan, jumlah karyawan yang dirumahkan sekitar seratusan, mereka yang dirumahkan tanpa di surati namun hanya disampaikan secara langsung dalam pertemuan.

“Saya bekerjaan sudah 13 tahun, kami dirumahkan tidak masalah, kami sudah pasrah, tapi kami mau menuntut hak kami dan status kerja kami harus jelas, selesaikan pembayaran dengan BPJS Ketenagakerjaan agar kami bisa mencairkan setelah kami dirumahkan,” kata Azkari Fikri, Kamis (12/8/2021).

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hanguskan 84 Rumah di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami...

Akhirnya, Lhokseumawe Terapkan Pemberlakuan Layanan Kesehatan Gratis Sesuai Desil Kependudukan

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan...

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa...

Penduduk Desil 8 Resmi tak Lagi Mendapat Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSUKON- Penduduk dengan status desil 8-10 di Provinsi Aceh...

Tangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir...