NewsTangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Tangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir pantai Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (7/5/2026). Dia satu dari 271 korban kebakaran rumah Kompleks Jalan Perdede, Desa Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026).

Posko itu sentral utama bahan bantuan yang didirikan pemerintah desa. Tangis Rahmadani pun pecah saat menceritakan peristiwa yang terjadi di depan matanya.

Saat itu pukul 12.00 WIB, dia berjualan di Jalan Iskandar Muda. Warga menghubunginya meminta agar pulang dan menyelamatkan harta benda. Setiba di rumah, dia pun termenung melihat api mulai membumbung tinggi di deretan rumahnya.

“Saya masuk ke rumah, mengambil surat administrasi, ijazah dan lain sebagainya. Mesin cuci satu diselamatkan anak-anak,” katanya sambil menangis.

Dia pun menyaksikan api melalap rumahnya hingga rata dengan tanah. Rumah berkontruksi kayu itu ludes hangus.

Janda empat anak itu kini menumpang di rumah keluarganya. Dia bersama anaknya Shelia Desfita, Putri Humaira, Bambang Tarnama dan Riskian Aida kini kebingungan akan menetap dimana.

“Saya menumpang di rumah ibu saya. Bagaimana ke depan saya bingung, dengan anak banyak, tak mungkin saya berlama-lama di rumah ibu. Saya harap, pemerintah bantu rumah,” katanya.

Sang suami, Usman Marpaung meniggal dunia tiga tahun lalu. Rumah kenangan itu menjadi satu-satunya harta mereka. “Saya ibu tunggal, pekerjaan ala kadar. Semoga bisa dibantu pemerintah,” ujarnya.

Bahan Pangan
Untuk sementara, bahan pangan disediakan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Untuk ke depan, mereka akan kesulitan bahan pangan. Pasalnya, bantuan mulai menipis dari waktu ke waktu.

‘Bagi saya terpenting rumah. Kalau ada rumah, kita makan nasi pakai garam pun aman saja,” katanya.

Dia pun menjelaskan tidak mungkin menetap di tenda pengungsian. Pasalnya, dia memiliki tiga anak perempuan. “Kalau di tenda keluarga ukurannya kecil, kalau tenda besar bergabung dengan lainnya. Kan tidak mungkin, anak saya tiga perempuan,” katanya.

“Semoga tangisan kami didengar Wali Kota Lhokseumawe, membantu kami rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 84 unit rumah terbakar dan 271 jiwa menjadi korban kebakaran di Kompleks Jalan Perdede, Desa Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026). Kini mereka tersebar di tiga titik pengungsian.

|MUAMMAR|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Ini Saran Pengamat Unimal untuk Tatakelola MBG Presiden Prabowo

LHOKSEUMAWE | Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten...

Ditopang Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali masuk dalam...

Cuaca Ekstrem, Wilayah Tengah Aceh Waspada Longsor

LHOKSUKON– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara...

Selama Libur Sekolah Relawan MBG Tanpa Gaji di Lhokseumawe, Warga Minta BGN Jaga Kualitas

LHOKSEUMAWE- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan suplai distribusi Makan...

Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah: Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran

COT GIREK: Ribuan orang pekerja dan keluarganya di salah...