PolhukamKasus Dugaan Korupsi Proyek Monumen Samudera Pasai, Ini Kata BPKP Aceh

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Monumen Samudera Pasai, Ini Kata BPKP Aceh

Banda Aceh – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh, sedang menelaan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Museum Samudera Pasai di Desa Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya mengatakan, saat sekarang ini pihaknya sedang menelaah, apakah memang ada ditemukan unsur korupsi dan terjadinya kerugian negara dari kasus tersebut.

“Itu kita kemarin sepakat untuk kami dalami dulu karena kegiatannya ini kan sudah kompleks karena sudah lama secara waktu dan juga bertahap, serta aktivitasnya banyak. Tim saya sedang melakukan telaah,” ujar Indra  Kamis (12/8/2021).

Indra menambahkan, nanti apabila ada ditemukan unsur tindak pidana korupsi yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk melakukan penugasan, maka akan mengeluarkan surat tugas dan dalam menelaan tersebut tidak bisa dengan buru-buru.

Setiap kasus yang diungkap, maka tujuan akhirnya adalah berpekara di pengadilan dan jangan sampai nanti sudah melakukan kegiatan ternyata tidak bisa masuk ke proses peradilan, maka tidak boleh buru-buru dalam menelaah.

“Kita masuknya ranah professional dan tidak boleh gegabah karena menyangkut orang lain,” tutur Indra.

|KR

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hanguskan 84 Rumah di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami...

Akhirnya, Lhokseumawe Terapkan Pemberlakuan Layanan Kesehatan Gratis Sesuai Desil Kependudukan

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan...

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa...

Penduduk Desil 8 Resmi tak Lagi Mendapat Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSUKON- Penduduk dengan status desil 8-10 di Provinsi Aceh...

Tangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir...