ACEH UTARA | Hampir dua bulan kosong, Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, terpaksa kirimkan sampel cartridge swab test pasien kirimkan ke rumah sakit Provinsi.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Humas, RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin, mengatakan, hal itu disebabkan stok cartridge swab test kosong. Padahal pihaknya telah menyurati pihak terkait hal ini agar cartridge swab test segera didistribusikan ke rumah sakit setempat.
“Dua bulan lebih kita kosong, dua kali sudah kita surati tapi belum ada kabar lanjutannya. Selama ini alat cartridge swab test hanya digunakan untuk pasien yang dirawat di rumah sakit ini saja tapi bisa kosong,” kata Jalaluddin, siang ini, Rabu (28/7/2021).
Kata dia, untuk menangani kekosongan sampel cartridge swab test, manajemen rumah sakit rujukan Covid 19 itu bekerjasama dengan RS Kesrem Lhokseumawe, namun karena terkendala antrian di rumah sakit itu sehingga RSUCM terpaksa mengirimkan sampel pasien ke provinsi.
“Kita tetap masih bekerja sama, tapi dua pekan terakhir mengalami antrian di RS Kesrem Lhokseumawe, jadi kita kirimkan ke provinsi, kendalanya adalah kita harus menunggu tiga sampai empat hari untuk mengetahui hasil tes PCR Covid 19 pasien di rumah sakit kita,” ujar Jalal.
Katanya, apabila stok cartridge swab test kosong seperti saat ini, dan terjadi peningkatan jumlah pasien meningkat maka manajemen rumah sedikit kewalahan, dan memperlambat kerja.
Pihaknya berharap kepada pihak terkait agar bisa segera mengirimkan alat cartridge swab test tersebut ke rumah sakit setempat, mengingat rumah sakit itu merupakan rumah rumah sakit rujukan covid 19 dari pemerintah.
“Kalau kita punya alat sendiri kan lebih cepat, tiga jam kita sudah tau hasilnya. Tapi walaupun begitu kita hanya bisa menunggu dan meminta saja,” pungkasnya.
|PP

Subscribe to my channel

