LHOKSEUMAWE- Angka masyarakat terpapar virus Covid-19 meningkat di Kota Lhokseumawe pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, ikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak patuh dengan aturan penerapan protokol kesehatan.
Akibatnya Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui tim terpadu mengiensifkan razia yustisi di sejumlah kafe dan tempat hiburan.
Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe, Marzuki, Rabu (19/5/2021), menyebutkan, kafe yang dibubarkan di Stasiun Kafe, Legos, dan lain sebagainya.
Disaat dilakukan razia, ditemukan ada beberapa pengujung tidak menggunakan masker dan jaga jarak. Kemudian, tim melakukan swab antigen secara gratis kepada pengunjung dan karyawan kafe. Dari hasil tersebut, satu karyawan cafe dengan hasil reaktif.
“Di stasiun kafe itu ada satu yang reaktif karyawannya. Kita sudah swab antigen semua karyawan. Kita bubarkan juga kalau melebihi jam buka yaitu maksimal 24.00 WIB. Di stasiun kafe dibubarkan dengan persuasif oleh tim terpadu pengunjung kafe itu,” kata Marzuki.
Dia menyebutkan, sampai 23 Mei 2021 mendatang, tim terpadu meningkatkan intensitas razia protokol kesehatan. . “Sasarannya warga yang tak pakai masker,” katanya.
Saat ini, angka Covid-19 positif yang terpantau dalam perawatan mencapai 101 orang, 24 meninggal dunia dan pasien sembuh sebanyak 475 orang. Lhokseumawe saat ini peringkat kelima pasien dengan jumlah terbanyak di Aceh. Sedangkan peringkat pertama ditempati Kota Banda Aceh dengan pasien yang dirawat 325 orang.
“Kami imbau patuh protokol kesehatan. Jangan pikir ini buat pemerintah, pikirkan saja patuh protokol untuk diri sendiri dan keluarga. Agar tidak terpapar Covid-19,” pungkasnya.

Subscribe to my channel

