ACEH UTARA | Daryono (55) pembuat tahu, warga Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (25/2/2019) dilaporkan tewas karena keseterum aliran listrik.
Laporan itu disampaikan Ngalimin, adik ipar korban sekaligus pemilik pabrik pembuatan tahu goreng tersebut. Kapolsek Lhoksukon, Aceh Utara, AKP Teguh Yono Budi dihubungi Rabu (26/2/2019) menyebutkan Daryono (55) selama ini memang pekerja di pabrik tahu tersebut.
Peristiwa keseterum itu diduga terjadi saat korban sedang memegang mesin penggiling kedelai sebagai bahan baku tahu. Diduga, saat itu tubuh korban sedang berair saat memegang mesin tersebut. Pada waktu bersamaan diduga ada kabel listrik pada mesin yang terkelupas, sehingga tubuh korban langsung keseterum listrik.
BACA JUGA : Dipolisikan 11 Eks GAM, Danil Anzar Sebut Nama Mualem Muzakir Manaf
Di tubuh korban ditemukan bekas luka, di kelingking jari kiri ditemukan bekas luka bakar, wajah membiru dan mayat dalam kondisi kaku. Saat ditemukan mayat korban dalam keadaan telungkup.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu,” sebutnya.
Namun, keluarga korban sambung AKP Teguh, tidak bersedia polisi melakukan otopsi terhadap tubuh korban di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara.
“Penyelidikannya masih berlangsung, korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Dugaan kami meninggal dunia karena keseterum,” pungkasnya. |KCM

Subscribe to my channel

