AdvertorialPante Bahagia, Permata Wisata Sungai di Pedalaman Aceh Utara

Pante Bahagia, Permata Wisata Sungai di Pedalaman Aceh Utara

Di balik hamparan hijau pedalaman Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, mengalir sebuah sungai jernih yang kini menjadi destinasi wisata favorit masyarakat. Nama tempat itu adalah Pante Bahagia. Meski disebut “pante” atau pantai, kawasan ini sesungguhnya merupakan wisata sungai alami yang menawarkan keindahan alam, kesejukan air pegunungan, dan suasana pedesaan yang masih asri.

Kejernihan air sungai yang mengalir di antara bebatuan alami menjadi daya tarik utama. Di bawah rindangnya pepohonan, pengunjung dapat menikmati suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Tak heran, setiap akhir pekan kawasan ini dipadati wisatawan dari berbagai daerah di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur hingga Bireuen.

Pengelola wisata Pante Bahagia, Hasan Nurdin, mengatakan bahwa destinasi ini lahir dari semangat masyarakat untuk mengangkat potensi alam desa menjadi sumber ekonomi baru.

“Kami ingin menghadirkan wisata keluarga yang nyaman, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Alhamdulillah, Pante Bahagia kini mulai dikenal luas dan menjadi kebanggaan warga Blang Pante,” ujar Hasan Nurdin, Rabu (3/6/2026).

Selain menyuguhkan panorama sungai yang indah, Pante Bahagia juga memiliki berbagai fasilitas yang terus berkembang. Di sepanjang kawasan wisata berdiri puluhan warung rakyat yang menjual aneka makanan dan minuman khas Aceh. Pengunjung dapat menikmati kopi, mie Aceh, kelapa muda, jagung bakar hingga berbagai jajanan tradisional sambil menikmati suasana sungai. Kehadiran warung-warung tersebut menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.

Bagi pengunjung yang ingin bersantai, tersedia pondok-pondok atau gazebo di tepi sungai. Fasilitas ini menjadi tempat favorit keluarga untuk beristirahat sambil menikmati semilir angin dan suara gemericik air. Selain itu tersedia pula area parkir, lokasi camping, tempat ganti pakaian, serta area bermain air yang aman untuk anak-anak.

Salah satu wahana yang paling diminati wisatawan adalah arung jeram sungai atau river tubing. Pengelola menyediakan perahu karet, ban pelampung, rompi keselamatan dan pemandu lokal untuk mendampingi pengunjung menyusuri aliran sungai. Arus yang relatif tenang menjadikan aktivitas ini aman dan dapat dinikmati oleh keluarga maupun kelompok wisatawan.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyewa ban pelampung untuk mengapung mengikuti arus sungai yang tenang. Aktivitas sederhana ini justru menjadi favorit anak-anak dan remaja yang ingin menikmati sensasi bermain air sambil menikmati panorama alam sekitar.

Keunikan lain Pante Bahagia adalah karakter sungainya yang relatif dangkal dan berarus lembut. Kondisi ini membuat kawasan tersebut aman untuk berenang bersama keluarga. Air yang jernih memungkinkan wisatawan melihat dasar sungai dengan jelas, menciptakan pengalaman wisata alam yang berbeda dari destinasi lainnya.

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, menilai Pante Bahagia merupakan salah satu potensi wisata unggulan yang layak mendapat perhatian serius.

“Pante Bahagia membuktikan bahwa Aceh Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat agar mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus memperkenalkan wajah positif Aceh Utara kepada wisatawan,” kata Ayah Wa.

Menurutnya, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar keindahan alam yang menjadi daya tarik utama tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Aceh Utara, Umar, menyebutkan bahwa Pante Bahagia memiliki prospek besar sebagai destinasi wisata sungai unggulan di Aceh.

“Konsep wisata alam yang dikelola masyarakat seperti ini memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan sungai, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat dan suasana pedesaan yang autentik,” ujarnya.

Umar menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan kepada pengelola agar kualitas pelayanan, keamanan wisata, serta promosi digital semakin meningkat sehingga Pante Bahagia dapat dikenal lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

Menjelang senja, suasana Pante Bahagia berubah menjadi semakin mempesona. Cahaya matahari yang menembus celah pepohonan memantul di permukaan air sungai yang tenang. Anak-anak masih bermain air, sementara para orang tua menikmati suasana dari pondok-pondok yang berjejer di sepanjang bantaran sungai.

Pante Bahagia bukan sekadar tempat rekreasi. Ia adalah simbol semangat masyarakat pedalaman Aceh Utara dalam mengelola potensi alam menjadi sumber kesejahteraan bersama. Dari sebuah sungai yang dahulu hanya dikenal warga sekitar, kini lahir destinasi wisata yang menghadirkan kebahagiaan bagi pengunjung sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat. |ADVERTORIAL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Dua Kali Bencana, Hidup Seadanya di Pedalaman Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir di Desa Rumoh Rayeuk,...

BMKG Minta Warga Waspada, 85 Hutara Rusak Karena Angin Kencang di Aceh Utara

LHOKSUKON – Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan...

TP PKK Aceh Timur Lakukan Pembinaan dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Gampong Paya Lipah

PEUREULAK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur,...

58 Huntara Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

ACEH UTARA– Sebanyak 58 unit hunian sementara (huntara) yang...