ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat penyaluran dana stimulan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana. Total anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan rumah rusak ringan (RR) dan rumah rusak sedang (RS) mencapai Rp118,935 miliar.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penerima bantuan untuk kategori rumah rusak ringan (RR) sebanyak 2.707 unit dengan total anggaran Rp40,605 miliar, sementara penerima bantuan rumah rusak sedang (RS) mencapai 2.611 unit dengan total anggaran Rp78,330 miliar.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Sabtu (6/6/2026), mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran dan tepat waktu kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami terus melakukan percepatan proses penyaluran dana stimulan rumah rusak kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membantu warga kembali memiliki hunian yang layak dan aman,” kata Bupati Aceh Timur.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran tahap pertama telah mencapai 632 unit rumah atau senilai Rp10,908 miliar. Rinciannya, sebanyak 355 unit rumah rusak ringan telah menerima bantuan sebesar Rp4,260 miliar, sedangkan 277 unit rumah rusak sedang telah menerima bantuan sebesar Rp6,648 miliar.
“Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui rekening penerima manfaat yang difasilitasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera memulai perbaikan rumahnya,” ujar Bupati.
Simpang Ulim Jadi Wilayah dengan Realisasi Tertinggi
Dari 21 kecamatan penerima program, Kecamatan Simpang Ulim menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbesar, yakni 720 unit rumah rusak ringan dan 591 unit rumah rusak sedang.
Hingga saat ini, di Kecamatan Simpang Ulim telah tersalurkan bantuan untuk 100 unit rumah rusak ringan dan 50 unit rumah rusak sedang melalui BSI Pante Bidari.
Sementara itu, Kecamatan Pante Bidari tercatat memiliki 451 unit rumah rusak ringan dan 609 unit rumah rusak sedang sebagai penerima manfaat. Penyaluran yang telah dilakukan mencapai 4 unit rumah rusak ringan dan 41 unit rumah rusak sedang.
Di Kecamatan Madat, dari total 190 unit rumah rusak ringan dan 262 unit rumah rusak sedang, bantuan telah disalurkan kepada 14 unit rumah rusak ringan dan 42 unit rumah rusak sedang.
Beberapa kecamatan lainnya yang juga menunjukkan progres penyaluran antara lain Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunaron, Idi Rayeuk, Banda Alam, Julok, Peudawa, dan Idi Tunong.
Libatkan Tujuh Cabang BSI
Untuk memperlancar proses penyaluran, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bekerja sama dengan tujuh cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tersebar di berbagai wilayah, yakni BSI Pante Bidari, BSI Kuta Binje, BSI Alue Ie Mirah, BSI Idi Rayeuk, BSI Peureulak, dan BSI Ranto Peureulak.
Menurut Bupati, keterlibatan perbankan sangat penting untuk memastikan dana bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat penerima manfaat secara transparan dan akuntabel.
“Kami mengajak seluruh penerima bantuan untuk segera melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan agar proses pencairan berikutnya dapat berlangsung lebih cepat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar program ini berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur optimistis seluruh proses penyaluran dana stimulan rumah rusak dapat diselesaikan sesuai target sehingga ribuan warga terdampak dapat segera memperbaiki dan menempati kembali rumah mereka dengan kondisi yang lebih layak.[]

Subscribe to my channel

