LHOKSEUMAWE | Tim penyidik Polres Lhokseumawe mengungkap penyebab pembunuhan terhadap Muhammad Ridwan (58) purnawirawan TNI, yang dilakukan oleh Muhammad Alfatih (58) di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
“Awalnya korban melihat pelaku di halaman rumahnya. Korban bilang jangan ambil lagi buah kelapa miliknya di kebun. Selama ini, pelaku diduga kerap memetik buah kelapa itu. Sehingga itu menjadi penyebab mereka bertengkar dan berakhir pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers di Lhokseumawe, Kamis (12/9/2019).
Dia menyebutkan, pelaku lalu memukul tersangka hingga terjatuh. Mengambil parang yang digantung di depan sepeda motor korban dan membacok korban hingga meninggal dunia.
Setelah membunuh korban lalu mengurung diri di dalam rumah hingga polisi menangkapnya.
Awalnya, polisi menduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Karena, masyarakat sekitar rumah menyatakan pelaku kerap bertindak aneh layaknya orang mengalami gangguan jiwa.
“Hasil pemeriksaan sementara dugaan kami dia tak mengalami gangguan jiwa. Meski begitu, untuk memastikan kita akan tes kejiwaannya. Kalau kita lihat pemeriksaan, dia jauh dari orang gangguan jiwa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan purnawirawan TNI, Muhammad Ridwan tewas dibunuh dengan cara dibacok. Pelaku Alfatih ditangkap polisi setelah melepaskan tembakan gas air mata ke dalam rumah yang dijadikan tempat persembunyiannya.
Kini, Alfatih ditahan di Mapolres. Pertengkaran karena buah kelapa pula mengantarkannya ke penjara.|KCM

Subscribe to my channel

