LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh belum berhasil dipadamkan. Api bahkan menyebar ke sejumlah desa lainnya.
Sejumlah warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengirimkan alat berat untuk menggali parit sehingga memutus sebaran api yang membakar tumpukan kayu sisa banjir pada 26 November 2025 lalu itu.
“Kami minta pemerintah memberikan exscavator agar bisa membuat parit keliling di lokasi kebakaran. Sehingga bisa memutus lidah api dan tidak menjalar ke pemukiman penduduk, sampai sekarang belum ada alat berat itu,” kata salah seorang warga Muhammad Yasir, Jumat (29/5/2026).
Jika tidak digali parit, maka api makin meluas. Saat ini, api sudah menjalar ke tiga desa yaitu Desa Babah Krueng, Blang Tarakan dan Desa Lhok Bayu.
“Selain itu, kami minta agar sisa kayu yang belum dibakar, diserahkan saja kepada pembuat batu bata, mereka pasti butuh kayu. Agar tidak ada lagi kebakaran, kita sangat khawatir api masuk ke pemukiman,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan menyebutkan sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Utara mengerahkan exsavator untuk menggali parit di ujung lokasi. Sehingga api tidak lagi menjalar ke desa lainnya.
“Kita sudah minta alat berat itu, untuk membuat parit besar memutus penyebaran api di lokasi. Sehingga api bisa dilokalisir. Apakah sudah dikirim ke lokasi, saya harus cek lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara, Jafar hingga berita ini ditayangkan tidak menjawab pesan yang dikirimkan.
|KOMPAS|KCM

Subscribe to my channel

