LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami penyebab kebaran di Kompleks Jalan Perdede, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026).
Penyidik telah turun ke lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan. Namun, hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran di kompleks padat penduduk itu.
“Belum selesai hasil penyelidikan,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, Sabtu (9/5/2026). Dia menyebutkan, polisi terus mendalami penyelidikan kasus kebakaran itu.
Saat ini, sejumlah tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didirikan di lokasi kejadian sebagai tenda pengungsian sementara. Sebagian korban mengungsi di Gedung Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Lhokseumawe, sebagian lagi menumpang di rumah keluarga.
Salah seorang korban kebakaran Rahmadani (50) memilih menumpang di rumah orang tuanya. “Saya bukan tidak mau ditenda pengungsian, saya punya anak gadis tiga orang. Tak mungkinlah sama-sama dengan pengungsi lain,” katanya.
Dia berharap, Pemerintah Kota Lhokseumawe memberikan bantuan darurat untuk rumah sementara. Sehingga bisa menetap di rumah masing-masing korban kebakaran.
“Misalnya dibantu dulu atap dan dinding sedikit, satu kamar pun bisa. Asal ada tempat berteduh sementara,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 84 unit rumah terbakar dan 271 jiwa menjadi korban kebakaran di Kompleks Jalan Perdede, Desa Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026). Kini mereka tersebar di tiga titik pengungsian.
|MUAMMAR|KCM

Subscribe to my channel

