ACEH UTARA– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Provinsi Aceh tidak memiliki dokter ortopedi (tulang). Akibatnya, pasien yang mengalami patah tulang harus dirujuk ke kabupaten lain seperti Kabupaten Bireuen dan Kota Langsa.
Kepala Hubungan Masyarakat, RSUD Cut Meutia, Harry Laksmana, dihubungi per telepon, Sabtu (16/4/2022) menyebutkan, sebelumnya rumah sakit plat merah itu memiliki satu dokter spesialis tulang. Namun, saat ini sedang melanjutkan pendidikan.
“Sedangkan dokter umum lain yang mau ambil spesialis tulang juga belum lulus-lulus pendaftaran sekolahnya. Sehingga, tak ada solusi, harus rujuk ke rumah sakit lain,” kata Harry.
Dia menyebutkan, beberapa waktu lalu, rumah sakit itu mengusulkan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk spesialis ortopedi. Namun, hingga kini belum ada formasi untuk CPNS.
“Udah diminta formasi CPNS khusus dokter spesialis ortopedi. Belum ada juga. Semoga ke depan bisa lulus dokter umum yang ambil lanjutkan ke spesialis tulang buat sekolahnya,’ katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang korban pembacokan Armia, warga Desa Paya Meudrue, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah, Kabupaten Bireuen,Aceh. Pasalnya, pria yang dibacok oleh orang diduga mengalami gangguan jiwa ini mengalami patah tulang tangan dan tak bisa ditangani di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

