LHOKSUKON – Sebanyak 15 unit hunian sementara (Huntara) penyintas banjir belum ditempati di Desa Teupin Banja, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, hingga Senin (6/4/2026). Hunian itu sudah rampung namun belum dilengkapi fasilitas arus listrik, pipa air, dan air bersih.
Bahkan terlihat halaman hunian sudah penuh rumput yang menjalar ke seluruh kawasan hunian. Menandakan hunian itu sudah lama tidak dikunjungi.
Penyintas banjir Bustami, di lokasi menyebutkan bangunan yang dikerjakan oleh kontraktor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu belum diserahterimakan ke pemerintah desa.
“Karena belum lengkap fasilitasnya. Maka, warga belum bisa menempati. Ditambah bangunannya belum diserahkan ke desa,” kata Bustami.
Untuk pemasangan arus listrik dibutuhkan tambahan tiang listrik. Pasalnya, bangunan itu jauh dari kawasan jaringan listrik. “Hari ini dipasang interkonek antar pipa air. Semoga bisa segera selesai,” kata Bustami.
Sedangkan Tuha Peut (Badan Pengawas Desa) Husaini menyebutkan mereka sudah berkali-kali meminta agar segera diselesaikan pembangunan hunian korban banjir itu.
“Selama ini, penyintas banjir menumpang di rumah keluarga. Karena sudah tidak mungkin bertahan di tenda selama lima bulan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Fauzan, menyebutkan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB untuk mempercepat pembangunan Huntara.
“Kita terus komunikasikan dengan BNPB agar segera selesai seluruh Huntara secepatnya,” pungkasnya.|KOMPAS

Subscribe to my channel

