KUALA SIMPANG – Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan perlengkapan sekolah. Lima bulan pascabanjir, mereka masih ke sekolah menggunakan pakaian bebas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, dihubungi Senin (14/4/2026) menyebutkan hingga saat ini sebanyak 21.000 anak belum memiliki seragam sekolah. Sedangkan 23.000 lainnya belum memiliki perlengkapan sekolah.
“Seragam sekolah itu mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan perlengkapan sekolah mulai dari alat tulis, tas dan sepatu,” ujarnya.
Dia mengapresiasi dukungan sejumlah kementerian dan lembaga serta relawan yang telah menyalurkan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah.
“Namun karena banyaknya sekolah, masih ribuan kita butuh. Jika ada donatur dan lembaga lain, kami sudah siapkan ukuran pakaian dan sepatu masing-masing anak. Agar pas saat diberikan,” terangnya.
Belum Ada Meja
Sisi lain dia menyebutkan, seluruh sekolah yang rusak karena banjir belum memiliki meja dan kursi. Namun, akhir bulan ini program revitalisasi sekolah telah dimulai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pengadaan meja dan kursi belajar di Aceh Tamiang.
“Sekarang ini memang masih belajar di lantai semuanya. Namun, saya dapat informasi akhir bulan ini sudah mulai revitalisasi sekolah, termasuk meja dan kursi. Semoga lancar, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” terangnya.
Untuk rehabilitasi sekolah, sambung Sepriyanto juga direncanakan kementerian dimulai akhir bulan ini. “Semoga sektor pendidikan segera pulih, agar proses belajar dan mengajar normal kembali layaknya sebelum banjir November 2025 lalu,” pungkasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

