LHOKSUKON- Ratusan Hunian Sementara (Huntara) penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh hingga Sabtu (4/4/2026) belum dipasang aliran listrik. Sehingga, penyintas banjir belum menempati hunian itu.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Husni, menyebutkan permintaan untuk pemasangan listrik di lokasi Huntara telah masuk ke perusahaan plat merah itu.
Saat ini, timnya sedang memproses pemasangan jaringan listrik secara bertahap. Hal itu disebabkan material yang didatangkan bertahap karena terbatasnya akses tranportasi selama arus mudik lebaran dan arus balik Idul Fitri 2026.
“Kami proses bertahap. Sejauh ini, permintaan yang masuk ke PLN untuk digratiskan selama enam bulan di Huntara,” terang Husni.
Dia menyebutkan, proses pemasangan jaringan listrik terus dilakukan di wilayah kerja yang dipimpinnya. Sekadar diketahui, wilayah kerja PLN UP3 Lhokseumawe meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, BIreuen, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
Penyintas Banjir Butuh Segera
Data yang dihimpun Kompas.com, Huntara yang belum dipasang jaringan listrik tersebar di Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Desa Bungkah Kecamatan Muara Batu, Desa Matang Linya Kecamatan Baktiya dan Desa Lhok Puuk Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Aceh Utara, Muhammad tidak menjawab pesan tentang hunian sementara ini hingga berita ditayangkan.
Salah seorang penyintas banjir di Desa Lhok Puuk Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, M Tahir, meminta agar pemerintah segera memasang jaringan listrik. “Agar Huntara bisa langsung ditempati segera. Kami bosan juga sudah lima bulan di tenda pengungsian,” pungkasnya.|KOMPAS

Subscribe to my channel

