LHOKSEUMAWE- Warga Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dua malam terakhir mengalami listrik padam. Tidak ada penjelasan dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) soal pemadaman itu.
Listrik mulai padam seiring hujan deras kawasan itu, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 23.30 WIB hingga Rabu (26/11/2025) mala mini.
Salah seorang warga Desa Panggoi, Halida Bahri, menyebutkan persediaan air di rumahnya sudah habis. “Sekarang pakai air hujan. Karena listrik padam sudah dua malam,” katanya.
Sementara warga Desa Meunasah Masjid, Zulfadli, menyebutkan listrik padam dan air masuk pemukiman setinggi pinggang orang dewasa. “Lengkap sudah penderitaan banjir, rumah terendam, listrik padam. Bahan makanan seadanya di rumah, karena tidak bisa keluar jalanan penuh air,” kata Zulfadli.
Mereka juga sudah menyiapkan dapur umum di kawasan itu. namun belum melakukan persiapan mengungsi. “Jika air terus bertambah, kami akan mengungsi,” katanya.
Rendam Jalan Utama
Pantauan Kompas.com, jalan utama masuk ke Kota Lhokseumawe tepatnya di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, terpaksa ditutup. Pengendara dialihkan ke jalur lain yang tidak terendam. Jalan itu ditutup dengan tali. Tidak ada pengatur lalu lintas jalan.
Sementara itu, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe belum melansir data kerusakan banjir sepanjang lima hari terakhir.
Respon PLN
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Lukman Hakim menyebutkan pemadaman listrik disebabkan tower tumbang.
Saat ini, ratusan personel siaga PLN bersama puluhan unit alat berat dikerahkan untuk memulihkan lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Aceh yang terdampak banjir bandang. “Empat tower roboh dan satu tower lainnya mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bireuen setelah banjir dan angin kencang melanda daerah tersebut,” terangnya.
Kerusakan infrastruktur ini menyebabkan pasokan listrik di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil terganggu.
“Kami harap masyarakat bersabar, tim terus bekerja,” pungkasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

