SUARA gemuruh air terdengar sejak beberapa ratus meter sebelum lokasi utama terlihat. Di tengah rimbunnya pepohonan hutan tropis yang masih terjaga, Air Terjun Blang Kolam berdiri megah dengan ketinggian sekitar 75 meter, menghadirkan panorama alam yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Aceh Utara.
Destinasi wisata yang berada di Desa Panton Rayeuk Satu, Kecamatan Kuta Makmur, ini bukanlah nama baru bagi para pencinta wisata alam. Sejak belasan tahun lalu, Blang Kolam telah menjadi tujuan favorit masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menikmati kesegaran alam pegunungan. Namun kini, air terjun yang selama ini dikenal karena keindahan panoramanya hadir dengan daya tarik baru yang membuatnya semakin diminati wisatawan, terutama kalangan muda pencinta petualangan.
Perjalanan menuju Air Terjun Blang Kolam dapat ditempuh sekitar 36 menit dari Kota Lhokseumawe dengan jarak kurang lebih 20 kilometer. Sementara dari Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam melalui jalur yang membelah kawasan pedesaan dan perbukitan hijau.
Sesampainya di kawasan wisata, perjalanan belum berakhir. Pengunjung masih harus menuruni ratusan anak tangga yang membelah lereng perbukitan menuju lokasi air terjun. Jalur tersebut cukup menantang, terutama saat musim hujan ketika beberapa bagian anak tangga menjadi licin. Namun justru di sepanjang perjalanan inilah pengunjung mulai merasakan suasana khas Blang Kolam.
Pepohonan tinggi menjulang di sisi kanan dan kiri jalur. Udara terasa sejuk dan segar. Aroma tanah basah bercampur dedaunan menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Semakin jauh menuruni tangga, suara gemuruh air semakin jelas terdengar, seolah mengundang setiap pengunjung untuk segera tiba di titik utama destinasi.
Begitu sampai di lokasi, rasa lelah seketika terbayar lunas. Hamparan pemandangan yang tersaji di depan mata menghadirkan kesan yang sulit dilupakan. Air yang jatuh dari ketinggian sekitar 75 meter membentuk tirai putih raksasa yang menghantam bebatuan di bawahnya. Percikan air yang beterbangan menciptakan embun alami yang menyegarkan wajah setiap pengunjung.
Keunikan Blang Kolam terletak pada tiga aliran air yang mengalir berdampingan dan membentuk panorama yang eksotis. Dikelilingi tebing batu serta vegetasi hijau yang masih alami, kawasan ini menghadirkan suasana yang terasa begitu dekat dengan alam liar. Tidak mengherankan jika banyak wisatawan menjadikan lokasi ini sebagai tempat berfoto, bersantai, hingga sekadar menikmati suara alam yang menenangkan.
Di bawah air terjun terdapat kolam alami dengan air yang jernih dan dingin. Banyak pengunjung memilih berenang atau sekadar berendam untuk menikmati kesegaran air pegunungan yang mengalir langsung dari kawasan hutan. Bagi sebagian wisatawan yang menyukai tantangan, beberapa tebing kecil di sekitar kawasan juga kerap dimanfaatkan untuk melompat ke dalam kolam, meskipun tetap harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
“Rasanya sangat menyegarkan saat berenang di air yang dingin dan jernih. Begitu sampai di bawah air terjun, semua rasa lelah langsung hilang,” ujar salah seorang wisatawan yang tengah menikmati suasana akhir pekan di lokasi tersebut, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk berhati-hati. Struktur bebatuan yang cukup terjal, aliran air yang deras, serta kedalaman kolam yang bervariasi menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kemampuan berenang menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan air secara lebih leluasa.
Selama bertahun-tahun, Blang Kolam dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan ketenangan dan keindahan panorama. Namun perkembangan tren wisata saat ini mendorong lahirnya inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Kini, Blang Kolam tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga pengalaman wisata petualangan melalui aktivitas canyonering.
Canyoning atau canyonering merupakan aktivitas wisata yang menggabungkan trekking, rappelling atau turun tebing menggunakan tali, serta eksplorasi jalur air terjun secara langsung. Aktivitas ini memungkinkan wisatawan menyusuri area yang selama ini hanya dapat dilihat dari kejauhan.
Perjalanan canyonering dimulai dari bagian atas kawasan air terjun. Dengan menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap, peserta diajak menyusuri jalur alami yang dipenuhi bebatuan, aliran air, dan tebing-tebing curam. Di beberapa titik, peserta harus menuruni tebing yang dialiri air menggunakan teknik rappelling dengan bantuan tali dan instruktur profesional.
Sensasi yang dirasakan tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga memberikan pengalaman unik yang sulit ditemukan di destinasi wisata lainnya. Berdiri di tengah derasnya aliran air sambil perlahan menuruni tebing menghadirkan kombinasi antara rasa takut, kagum, dan bangga dalam waktu yang bersamaan.
Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut menjadi momen yang tidak terlupakan.
Duta Wisata Kabupaten Aceh Utara 2022, Cut Dinda Salsa, menjadi salah satu peserta yang telah merasakan langsung pengalaman canyonering di Blang Kolam. Menurutnya, aktivitas tersebut memberikan sensasi berbeda dibandingkan wisata alam pada umumnya.
“Seru banget, nggak nyesel ngeluarin duit. Dapat pengalaman yang benar-benar berbeda, menantang, plus foto-fotonya keren banget. Bahkan banyak yang viral juga di TikTok,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nursyifa Syawani. Ia mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali melihat jalur canyonering yang harus dilalui. Namun rasa takut itu berubah menjadi kebanggaan setelah berhasil menyelesaikan seluruh tantangan.
“Awalnya takut karena ini pengalaman pertama, tapi setelah dijalani ternyata sangat menyenangkan. Ada rasa puas tersendiri setelah berhasil melewati semua rintangannya. Ini pengalaman yang nggak bakal saya lupa,” katanya.
Untuk menjamin keamanan, aktivitas canyonering di Blang Kolam hanya dibuka pada akhir pekan dan wajib melalui reservasi terlebih dahulu. Dalam satu hari jumlah peserta dibatasi maksimal 15 orang agar setiap wisatawan mendapatkan pendampingan secara optimal dari instruktur berpengalaman.
Biaya yang dikenakan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per orang. Paket tersebut mencakup berbagai fasilitas mulai dari perlengkapan canyonering, instruktur profesional, belayer, life jacket, perlengkapan keselamatan, makan siang, coffee break, snack, dokumentasi kegiatan, hingga layanan pertolongan pertama.
Kehadiran aktivitas canyonering menjadi bukti bahwa potensi wisata alam Aceh Utara dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang lebih beragam tanpa menghilangkan nilai-nilai konservasi lingkungan.
Komitmen Ayahwa
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa, menilai Air Terjun Blang Kolam bukan hanya sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, Aceh Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari air terjun, sungai, pantai, kawasan hutan, hingga warisan sejarah dan budaya yang memiliki nilai jual tinggi dalam sektor pariwisata. Potensi tersebut harus mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar destinasi.
“Blang Kolam adalah anugerah Allah SWT yang luar biasa bagi Aceh Utara. Keindahan alam seperti ini tidak dimiliki oleh semua daerah. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan mengelolanya dengan baik agar dapat dinikmati oleh generasi hari ini maupun generasi yang akan datang. Kami ingin pembangunan pariwisata di Aceh Utara tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujar Ayahwa.
Politisi Partai Aceh ini mengatakan, kehadiran wisatawan harus menjadi peluang bagi tumbuhnya berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari usaha kuliner lokal, kerajinan tangan, jasa pemandu wisata, homestay, fotografi, hingga produk-produk UMKM yang mencerminkan identitas dan budaya Aceh Utara.
“Ketika wisata berkembang, maka akan lahir peluang usaha baru bagi masyarakat. Warung-warung kecil menjadi lebih ramai, produk UMKM lebih mudah dipasarkan, anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya melalui industri kreatif, dan masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung. Inilah yang ingin kita dorong, yaitu pariwisata yang memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah,” katanya.
Ayahwa juga menilai inovasi wisata petualangan seperti canyonering di Air Terjun Blang Kolam merupakan langkah positif yang menunjukkan bahwa destinasi wisata alam dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai konservasi lingkungan.
“Wisatawan saat ini tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman yang berkesan. Karena itu, inovasi menjadi hal yang sangat penting. Kehadiran aktivitas canyonering di Blang Kolam membuktikan bahwa alam Aceh Utara memiliki daya saing yang kuat jika dikelola dengan kreatif, profesional, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Ini adalah contoh bagaimana potensi alam dapat dipadukan dengan kreativitas untuk menghasilkan daya tarik wisata yang lebih bernilai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen mendukung pengembangan destinasi wisata melalui peningkatan infrastruktur, promosi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan komunitas wisata, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat setempat.
“Saya percaya masa depan pariwisata Aceh Utara sangat cerah. Kita memiliki alam yang indah, budaya yang kaya, sejarah yang kuat, dan masyarakat yang ramah. Jika seluruh potensi ini dikelola secara terpadu, maka Aceh Utara bukan hanya akan dikenal sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata yang menarik, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Blang Kolam adalah salah satu wajah terbaik Aceh Utara yang harus terus kita jaga dan kita banggakan bersama,” tutup Ayahwa.
Gerakan Dinas
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, mengatakan bahwa inovasi wisata petualangan seperti canyonering menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah.
Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari lokasi yang indah untuk berfoto, tetapi juga menginginkan pengalaman yang berkesan dan berbeda.
“Kehadiran canyonering di Blang Kolam menjadi nilai tambah yang sangat positif. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman petualangan yang aman, menantang, dan berkesan. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkenalkan potensi wisata Aceh Utara kepada pasar yang lebih luas,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendukung di berbagai destinasi wisata, termasuk aspek sanitasi, keamanan, kenyamanan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor pariwisata.
Di balik pesona yang dimiliki, Blang Kolam masih menyimpan peluang pengembangan yang sangat besar. Keberadaan fasilitas umum yang lebih memadai, papan informasi keselamatan, petugas keamanan, hingga pengelolaan kawasan berbasis konservasi diyakini akan semakin meningkatkan kualitas destinasi tersebut di masa mendatang.
Dengan biaya masuk yang relatif terjangkau, keindahan alam yang masih alami, serta hadirnya aktivitas wisata petualangan yang kekinian, Blang Kolam kini menjelma menjadi lebih dari sekadar air terjun.
Ia adalah perpaduan antara keindahan alam, tantangan, pengalaman, dan harapan baru bagi pariwisata Aceh Utara.
Di tengah derasnya air yang jatuh dari ketinggian dan hijaunya hutan yang mengelilingi kawasan itu, Blang Kolam menyimpan cerita tentang alam yang tetap terjaga, masyarakat yang terus bergerak, dan masa depan pariwisata daerah yang semakin menjanjikan. Bagi para pencinta alam dan petualangan, Blang Kolam bukan hanya sebuah tujuan perjalanan, melainkan pengalaman yang akan selalu dikenang setelah langkah kaki meninggalkan kawasan air terjun tersebut. |ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

