RUMAH Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menangani sekitar 2.200 pasien diabetes sepanjang tahun 2025. Penanggungjawab Poliklinik Poliklinik Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes, RSUCM Aceh Utara dr Maulina Debbyousha Sp, PD, K-EMD, FINASIM, Senin (26/11/2025) menyebutkan, rumah sakit plat merah itu satu-satunya yang membuka layanan poliklinik endokrinologi di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
“Dalam sehari bisa 59-60 orang pasien berobat jalan,” kata Maulina.
Dia menyebutkan untuk poliklinik dibuka Senin dan Jumat. Pasien dirujuk dari Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Utara, RSUD Bireuen, RSUD Datu Beru Takengon, dan sejumlah rumah sakit dari Kabupaten Aceh Timur.
“Mayoritas pasien merupakan penderita diabetes tipe dua. Sementara 30 persen penderita merupakan pasien dengan usia muda,” terangnya.
Selain faktor genetik, pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik disebut sebagai penyebab utama meningkatnya kasus diabetes melitus di Aceh utara dan Kota Lhokseumawe
Layanan Terpadu
Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat RSUCM Aceh Utara, dr Harry Laksamana MAP, menyebutkan RSUCM kini terus meningkatkan pelayanan klinik diabetes terpadu, serta memperkuat program edukasi masyarakat tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit ini,
Selain itu, juga menggandeng Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk menggelar skrining rutin serta sosialisasi gaya hidup sehat di lingkungan sekolah, perkantoran, hingga komunitas masyarakat tentang penting nya hidup sehat.
“Intinya pola hidup sehat harus terus diajarkan pada masyarakat,” pungkasnya.
1. Tingkatkan konsumsi sayur dan buah
Sebuah penelitian besar di Eropa baru-baru ini menemukan bahwa setiap penambahan konsumsi sayur dan buah sebanyak 66 gram, dapat menurunkan risiko diabetes sebanyak 25%. Selain kandungan serat yang tinggi, kandungan vitamin serta antioksidan dalam sayur dan buah juga dapat membantu penurunan risiko diabetes. Oleh karena itu jangan lupa untuk selalu mengisi setengah isi piringmu dengan sayur dan buah setiap kali makan.
2. Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL)
Banyak makanan dan minuman kekinian yang memiliki kandungan gula, garam, dan lemak melebihi anjuran Kementerian Kesehatan. Batasan konsumsi GGL menurut Kementerian Kesehatan dalam satu hari adalah sebagai berikut:
1. 4 sendok makan gula (50 gram)
2. 1 sendok teh garam (5 gram)
3. 5 sendok makan lemak (67 gram)
Kunci paling mudah dalam membatasi GGL adalah dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman kemasan yang tinggi gula (minuman kemasan, soda) dan tinggi lemak (gorengan, makanan beku). Selain itu, coba lebih perhatikan makanan camilanmu, ganti camilanmu dengan sayur dan buah yang sudah pasti rendah GGL.
3. Melakukan aktivitas fisik
Selain menyenangkan, olah raga juga memiliki banyak manfaat. Ternyata, aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari, atau 150 menit per minggu, memiliki banyak manfaat, salah satunya membuat hormon pengatur gula darah (insulin) menjadi lebih sensitif, sehingga mencegah diabetes. Manfaat lainnya adalah sebagai berikut :
1. Menjaga berat badan ideal
2. Membuat perasaan lebih bahagia
3. Kualitas tidur lebih baik 4. Membantu mengatur tekanan darah
|ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

