ACEH UTARA – Pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, ramai-ramai mulai mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal itu menyusul perintah Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh MBG mengantongi SLHS.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, per telepon, Selasa (30/9/2025) menyebutkan, sejak kemarin pengelola MBG telah berkomunikasi dengan tim Dinas Kesehatan untuk menanyakan persyaratan SLHS.
“Yang sudah komunikasi itu 10 MBG. Kami tunggu pengajuannya, setelah itu kita proses verifikasi,” terang Samsul.
Dia menjelaskan, Syarat utama untuk memperoleh SLHS itu, penglola MBG harus melatih penjamah makanan, mulai dari pengolahan, alat masak, hingga ompreng.
“Setelah pelatihan staf mereka, baru diverifikasi ulang. Jika dinilai memenuhi syarat baru diberikan SLHS. Intinya, kita ingin higien agar benar-benar aman dikonsumsi anak dididik,” terangnya.
Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Kabupaten Aceh Utara terdapat 23 MBG.
“Posisi dinas kesehatan dalam program MBG itu belum jelas benar. Kami sarankan, misalnya diatur MBG bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk evaluasi higienisnya. Ini mungkin bisa diambil kebijakan oleh BGN atau Pemerintah Provinsi Aceh,” terangnya.
Sehingga, sambung Samsul, seluruh tahapan MBG bisa berjalan dalam pengawasan tim kesehatan.
“Kami juga masih menunggu arahan bagaimana mekanisme pengawasan detailnya,” pungkasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

