AdvertorialDukung Ketahanan Pangan, 800 Petani Bone Hadiri Rembuk Tani Bersama Pupuk Indonesia

Dukung Ketahanan Pangan, 800 Petani Bone Hadiri Rembuk Tani Bersama Pupuk Indonesia

Bone– Lebih dari 800 petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian di Kabupaten Bone berkumpul dalam acara “Rembuk Tani” yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Kegiatan akbar yang digelar di Makkasau Hotel ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan mengukuhkan posisi Bone sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan di Indonesia Timur.

Kabupaten Bone memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Dengan potensi produksi yang mampu mencapai 1 juta ton per tahun, jauh melampaui kebutuhan lokal sebesar 90 ribu ton, Bone memiliki kontribusi yang sangat besar sebagai lumbung pangan.

Melihat potensi ini, General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, memberikan apresiasi tinggi terhadap para petani Bone. “Realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di Bone sudah cukup baik, mencapai 49 persen dari alokasi tahun ini. Ini menunjukkan semangat petani yang luar biasa. Namun, ini adalah momentum untuk lebih memaksimalkannya lagi,” demikian ungkap Wisnu.

Wisnu menambahkan, dari total 145.064 petani yang terdaftar, baru sekitar 50 persen yang telah melakukan penebusan hingga Juli 2025. “Masih ada separuh lagi rekan-rekan kita yang perlu didorong untuk memanfaatkan haknya. Dengan memaksimalkan penebusan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas pribadi, tetapi juga memperkuat peran Bone sebagai lumbung pangan andalan,” tegasnya.

Dukungan penuh datang dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, yang hadir dalam kegiatan “Rembuk Tani”. Dia menegaskan komitmennya untuk mengawal petani dan kelancaran distribusi pupuk.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan, dan saya sebagai kepala daerah wajib mendampingi mereka. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi pengecer yang melakukan penyimpangan dalam menyalurkan pupuk subsidi,” kata Bupati.

Andi Asman Sulaiman menekankan pentingnya sinergi untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk hingga ke seluruh wilayah. “Jika ada masalah di lapangan, saya minta petani berkoordinasi melalui jalur resmi, mulai dari desa, PPL, hingga dinas terkait. Mari kita jaga kondusifitas dan bersama-sama tingkatkan produktivitas dari tahun ke tahun,” tutupnya.

Acara yang dihadiri oleh 800 peserta dari kalangan petani, kios, distributor, dan penyuluh ini menjadi bukti nyata soliditas ekosistem pertanian di Bone dalam mendukung program strategis nasional.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di...

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana...

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan...