Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara menyoroti lonjakan signifikan kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data terbaru, tercatat 24 kasus baru HIV/AIDS, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia meskipun telah mendapat perawatan intensif.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencatat 18 kasus dengan satu korban jiwa. Secara keseluruhan, Dinkes Aceh Utara kini telah menangani total 211 kasus HIV/AIDS. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara terus menggencarkan berbagai upaya untuk menekan laju perkembangan kasus HIV/AIDS di daerah itu.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Utara, Ferianto, menyebutkan bahwa sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia produktif, baik remaja di bawah 20 tahun maupun mereka yang telah berusia di atas 50 tahun.
“Peningkatan ini menjadi alarm bagi kita semua. Dinas Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga institusi pendidikan, demi memutus mata rantai penularan HIV/AIDS,” ungkap Ferianto, Jumat (18/7/2025).
Dinkes Aceh Utara telah menggencarkan program sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah, guna meningkatkan kesadaran tentang pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya deteksi dini. Masyarakat juga didorong untuk rutin melakukan pemeriksaan HIV di rumah sakit atau puskesmas di masing-masing kecamatan.
“Deteksi dini sangat penting karena penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kualitas hidup pasien bisa terjaga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining bila merasa berisiko,” tegas Ferianto.
Dinkes mencatat bahwa mayoritas penderita HIV/AIDS adalah laki-laki, dengan faktor penularan utama berasal dari perilaku seks bebas, penularan dari suami ke istri, serta penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik.
Ferianto menambahkan bahwa peran serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan. “Kami berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin tinggi, sehingga angka penularan dapat ditekan,” ujarnya.
Febrianto mengajak masyarakat membangun kesadaran terhadap pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
“Pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS harus harus semakin meningkat agar semua orang mampu mencegah diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di lingkungannya dari penularan HIV/AIDS,” katanya.
Dia meminta kepada masyarakat harus tetap waspada minimal memeriksa kesehatan rutin ke rumah sakit maupun Puskesmas terdekat. “Supaya tidak menular kepada kalangan masyarakat lainnya, kamii mengimbau kepada penderita HIV-AIDS untuk tetap berobat secara rutin, karena di Puskesmas sudah membuka pelayanan, dukungan dan pengobatan (PDP) untuk penanganan penyakit HIV AIDS,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya ini, Dinkes Aceh Utara bertekad untuk tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga membangun kesadaran publik akan pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan sejak dini.
|ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

