AdvertorialPerkuat Penanggulangan HIV-AIDS, Dinkes Aceh Utara Lakukan Validasi Data dan Monev Program...

Perkuat Penanggulangan HIV-AIDS, Dinkes Aceh Utara Lakukan Validasi Data dan Monev Program PIMS

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Program HIV-AIDS dan Pencegahan Infeksi Menular Seksual (PIMS).

Acara tersebut digelar pada Kamis, 17 Juli 2025 di Hotel Lido Graha Lhokseumawe dan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, petugas program HIV-AIDS, kader kesehatan, dan lembaga mitra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, pengendalian, serta penanggulangan HIV-AIDS di Aceh Utara. Validasi data dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian informasi lapangan, sehingga program PIMS dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Fokus pada Data yang Akurat dan Penanggulangan Efektif

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Aceh Utara, Ferianto, menekankan pentingnya validasi data untuk meningkatkan kualitas program kesehatan.

“Keakuratan data adalah fondasi utama dalam perencanaan program. Melalui Monev ini, kami dapat mengetahui kendala di lapangan, mengukur capaian, dan merumuskan langkah strategis yang lebih tepat untuk menekan angka penularan HIV-AIDS di Aceh Utara,” ungkapnya.

Febrianto juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh segala bentuk program pencegahan penyakit menular, termasuk peningkatan kapasitas petugas lapangan dan pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Evaluasi Program dan Tantangan di Lapangan

Kegiatan Monev ini tidak hanya berfokus pada evaluasi capaian program, tetapi juga menjadi forum diskusi untuk menyerap masukan dari petugas lapangan. Para peserta memaparkan tantangan yang dihadapi, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan HIV, stigma terhadap penderita HIV, serta kebutuhan dukungan sarana dan prasarana.

Febrianto mengungkapkan bahwa Monev ini juga mengulas pencapaian target program, mulai dari layanan tes HIV, pendampingan pasien ODHA (Orang dengan HIV-AIDS), hingga distribusi obat ARV (Antiretroviral).

“Validasi data ini memastikan bahwa informasi yang kita miliki benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan,” ujarnya.

Komitmen Lanjutkan Program PIMS dan HIV-AIDS

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk ikut terlibat dalam pencegahan HIV-AIDS dengan cara menjalankan pola hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Dinas Kesehatan juga akan terus menggencarkan sosialisasi, kampanye kesadaran publik, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

PMI Salurkan Bantuan Rp 2,3 M untuk Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh...

Oprit Jembatan Baylei Amblas Karena Banjir Aceh Utara Segera Diperbaiki

LHOKSUKON – Oprit jembatan baylei amblas karena banjir di...

Viral Tenda Pengungsi Korban Banjir Aceh Tamiang Dibongkar Paksa

KUALA SIMPANG- Sebuah video menarasikan pembongkaran tenda pengungsi secara...

Ini Dia Pilihan Tempat Berlibur Lebaran di Kota Takengon

Takengon adalah salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi...

Ribuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terkena Penyakit ISPA, Diare, Influenza dan Penyakit Kulit

KUALA SIMPANG- Penyintas banjir Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,...