ACEH UTARA | T Hasansyah, menilai kebijakan Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar akhir-akhir ini sering aneh. Pasalnya, Mahyuzar mengalokasikan rehab pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe dengan dalih sudah tidak layak pakai. Sisi lain, muncul pemberitaan honorarium pendeta sebesar Rp 700 juta lebih.
“Sayangnya yang urgen dan penting untuk rakyat tidak terlalu dipikirkan. Misalnya soal bendungan yang sudah tidak bisa turun ke sawah bertahun-tahun. Soal honorarium honorer yang tidak lengkap 12 bulan. Itu lebih mendesak dibanding rehab pendopo,” kata Hasansyah merespon pemberitaan media, Kamis (12/9/2024).
Dia mendesak agar Mahyuzar mengoreksi dirinya sendiri untuk fokus menyukseskan pemilihan kepala daerah dan fokus pada program perioritas untuk rakyat miskin di Aceh Utara.
‘Jangan ada lagi keanehan lahir dari Pj Bupati Aceh Utara. Masih banyak rakyat yang membutuhkan dana besar untuk ditangani, mulai persoalan irigasi, air minum, kemiskinan dan lain sebagainya,” pungkas Hasansyah.
Sebelumnya dibertiakan, pendopo bupati Aceh Utara direhab dengan dana Rp 2,3 miliar. Pendopo itu tempat tinggal Pj Bupati Aceh Utara Mahyuzar selama ini. Alasannya karena pendopo sudah rusak dan tidak layak pakai.
|DIMAS

Subscribe to my channel

