PolhukamCerita dari Milad GAM ke-49 di Kuta Pase: KPA Dorong Pemerintah Percepat...

Cerita dari Milad GAM ke-49 di Kuta Pase: KPA Dorong Pemerintah Percepat Implementasi MoU Helsinki

LHOKSEUMAWE – Peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-49 yang diselenggarakan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase berlangsung khidmat di Lapangan Voli Gampong Meunasah Manyang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Kamis pagi (5/12). Ratusan mantan kombatan, perangkat gampong, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai desa mengikuti prosesi yang dimulai pukul 07.30 WIB.

Upacara dipimpin oleh Panglima KPA Kuta Pase, Mukhtar Hanafiah, melalui perwakilannya Pang Yasir. Pada prosesi pengibaran bendera Bintang Bulan, panglima menyerahkan bendera kepada tiga pengerek berseragam loreng dengan selempang bermotif GAM. Pengibaran berlangsung khidmat, dilakukan bertepatan dengan berkumandangnya azan, hingga bendera mencapai puncak tiang.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Maklumat Wali Nanggroe Aceh oleh Wakil Panglima KPA Kuta Pase, Husaini POM, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Kemudian Saifuddin yunus (Pon Pang) menutup dengan haba peunutoh dari Pimpinan wilajah kuta Pase. Seusai doa bersama, pasukan penggerek bendera menurunkan kembali bendera dan menyerahkannya kepada inspektur upacara Pang Yasir. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial.

Juru Bicara KPA Wilayah Kuta Pase, Halim Abe, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian peringatan berjalan aman, tertib, dan selesai pada pukul 09.30 WIB. Ia menegaskan bahwa Milad GAM bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Aceh, tetapi juga sebagai momentum memperkuat komitmen bersama menjaga perdamaian yang telah terbangun sejak berakhirnya konflik.

Halim juga menyoroti pentingnya percepatan implementasi butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara RI dan GAM serta Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU-PA). Menurutnya, dinamika politik nasional dan daerah saat ini membuka ruang bagi penyelesaian berbagai persoalan yang masih tertunda, sehingga dapat memastikan keberlanjutan proses perdamaian secara maksimal.

“Momentum kali ini bukan lagi sekadar harapan, tetapi ingin melihat ketegasan pemerintah pusat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih tertunda di Aceh,” ujar Halim.

Peringatan Milad GAM ke-49 di Kuta Pase turut dihadiri sejumlah petinggi KPA dan Partai Aceh, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini POM, Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal, serta ratusan masyarakat dari berbagai gampong di wilayah Kuta Pase.

|DIMAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

ACEH TENGAH | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas...

19 Jembatan Baylei Dibangun di Aceh Utara, Dua Pekan Rampung

ACEH UTARA– Sebanyak 19 jembatan bailey dibangun di sejumlah...

Penanganan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Progres Signifikan

ACEH TAMIANG - Koordinator Penanggulangan Bencana di Aceh Tamiang,...

BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara

NIAS - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi...

Bupati Al-Farlaky ; 8 Jembatan Putus Dikerjakan TNI di Aceh Timur

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...