LHOKSEUMAWE – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) memastikan sebanyak 137 imigran Rohingya untuk sementara akan ditampung di Desa Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Kepastian itu diperoleh setelah Protection Asosiation UNHCR Faisal Rahman bertemu dengan aparat desa, dan pejabat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sungai Raya Sabtu (3/2/2024).
“Alhamdulillah situasi sekarang sudah kondusif, dengan masyarakat juga sudah tidak ada masalah. Sementara, imigran Rohingnya ditampung di Kuala Parek dulu,” kata Faisal per telepon.
Dia menyebutkan, tim UNHCR terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Pemerintah Indonesia untuk lokasi penampungan berikutnya imigran tersebut. Namun, hingga hari ini, belum dipastikan kemana akan dipindahkan rohingnya itu.
“Kami masih bekoordinasi dengan pemerintah terkait langkah lanjutan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, 137 Rohingya terdampar di Desa Kuala Parek, Kabupaten Aceh Timur. Warga lokal sudah menarik kapal kayu yang mengakut mereka agar ditolak kembali ke laut. Namun, upaya itu gagal, karena kapal itu lenget ke pasir.
Sekadar diketahui, enam bulan terakhir ribuan warga Rohingya mendarat di sejumlah daerah di Aceh seperti Aceh Timur, Bireuen, Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Utara. Saat ini mereka tersebar di lokasi penampungan sementara di Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Kota Banda Aceh.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

