ACEH TAMIANG – Memasuki hari kedelapan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (8/11/2022) akses transportasi darat yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara kini pulih. Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas.
Meski begitu, di pedalaman Aceh Tamiang masih ada sejumlah warga mengungsi.
Jurubicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliana Devita, per telepon, menyebutkan sebanyak 22 desa masih terisolir, khususnya di pedalaman kabupaten itu.
“Secara umum banjir sudah surut. Namun ada beberapa desa lagi yang masih tergenang. Tercatat pengungsi saat ini berkurang drastis dari 23 ribu tersisa 7.000 jiwa,’ kata Devi.
Dia menyebutkan, untuk pengendara lintas darat sudah bisa melintas di lokasi banjir. “Sudah aman dilewati kendaraan berbagai jenis,” katanya.
Sedangkan kondisi paska banjir, sambung Devi, sejumlah warga mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum. “Misalnya sekolah mulai dibersihkan, karena hampir sepekan libur dan penuh lumpur,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan banjir merendam 12 kecamatan yaitu Kecamatan Sekerak, Seruway, Kota Kuala Simpang, Kejuruan Muda, Karang Baru, Mayak Payed, Tenggulun, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Bendahara, Banda Mulia dan Kecamatan Rantau Aceh Tamiang sejak 1 November 2022. Satu orang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini. Ratusan kendaraan tertahan di Aceh Tamiang karena tidak bisa menerobos banjir.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

