ACEH UTARA– Titik banjir di Aceh Utara semakin meluas mengakibatkan sebanyak 4.443 kepala keluarga atau 13.708 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 29 lokasi titik pengungsian di tujuh kecamatan yang diterjang banjir.
Kepala Humas Pemkab Aceh Utara, Hamdani menyebutkan banjir itu diakibatan curah hujan sangat tinggi selama sepekan terakhir di Aceh Utara dan Bener Meriah. Sehingga daya tampung sungai tidak sesuai lagi dengan debit air, karena tidak pernah dilakukan normalisasi sungai yang sudah banyak sekali sedimentasi baik disungai maupun dimuara sungai.
Langkah kedepan dilakukan yakni, Langkah kedepan pengerukan sedimentasi oleh yang berwenang, perbaikan tanggul, pembangunan sistem drainase Kota Lhoksukon secara komperhensif dan pelebaran sungai.
Sedangkan kerugian akibat banjir masih dilakukan pendataan. Bahkan pemerintah juga mendirikan dapur umum dititik pengugsian serta menyalurkan bahan pokok.
“Pemerintah bahkan sudah mensiagakan petugas untuk penanganan darurat bencana banjir sesuai PP Nomor 21 Tahun 2008 Pasal 23 Ayat 1 penjelasannya menyatakan bahwa status keadaan darurat bencana dimulai sejak status siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan,”katanya.
Dia mengatakan Kalaksa BPBD juga meminta Melalui Camat dan Perangkat Gampong dapat melaporkan secara kontinyu perkembangan dan kepada tim BPBD yang bertugas terus memantau lokasi banjir.
Berdasarkan infomasi terkini, Kamis (6/10/2022) banjir sudahmerendam badan jalan lintas nasional di Ibu Kota Aceh Utara, kota Lhoksukon. Bahkan banjir juga memutuskan akses utama Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu.
Prakiraan BMKG Malikussaleh, Haifa mengatakan pontesi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencanag masih melenda wilayah Aceh Utara untuk dua hari kedepan.
“Kami menghimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang akibat hujan lebat atau hujan dengan durasi lama,”pungkasnya.
|AI|MUMUL

Subscribe to my channel

