JAKARTA | KISAH ini film horor paling diminati di Thailand. Thi (Kong Saharat Sangkapricha), seorang staf bagian pemasaran usia 40 tahunan yang sedang mengalami keresahan dalam hidupnya.
Hal itu pula membuat Thi memutuskan untuk pindah dari Bangkok ke Laddaland, sebuah perumahan kelas atas yang berada di Chiang Mai.
Dia membawa serta seluruh anggota keluarganya yang terdiri dari sang istri Parn (Pock Piyathida Mittiraroch), anak perempuannya Nan (Punpun Sutatta Udomsilp) dan putranya yang masih kecil Nat.
Lalu berpindah ke Laddaland merupakan langkah yang dinilai tepat bagi Thi untuk mengatasi berbagai permasalahan keuangan. Ia mengambil pekerjaan di sebuah perusahaan yang menjual suplemen makanan.
Tapi, Parn pada awalnya mengkhawatirkan hal itu karena mereka memerlukan pinjaman yang sangat besar untuk membeli rumah baru di Laddaland.
Thi menegaskan langkah tersebut tepat untuk membantu memperbaiki komunikasi buruk mereka dengan Nan, yang sejak kecil diasuh oleh ibu Parn (Tuk Deuntem Salitul)
Hal tersebut membuat Nan begitu membenci Thi dan Parn karena tidak menghabiskan masa kecil bersama mereka.
Bukan menjadi lebih baik, Thi dan keluarganya menyadari lingkungan baru mereka di Laddaland justru menunjukkan aura negatif.
Kondisi diperkuat dengan adanya kabar seorang asisten rumah tangga asal Burma ditemukan tewas di lingkungan rumah mereka akibat dibunuh dengan cara yang amat mengerikan.
Sisi lain, mereka juga memiliki tetangga bernama Somkiat (Pu Sahajak Boonthanakit) yang ternyata seorang psikopat, rutin memukuli istri dan anaknya, serta berkelakuan sangat buruk terhadap ibunya sendiri.
Setelah itu seluruh keluarga Somkiat ditemukan meninggal. Somkiat juga ditemukan meninggal karena bunuh diri. Sementara sang anak juga ditemukan meninggal dengan sangat mengenaskan.
Kondisi sulit juga dihadapi keluarga Thi di luar rumah. Nan berusaha membaur dengan teman-teman barunya. Hal itu malah membuatnya terpaksa mengunjungi rumah tempat asisten rumah tangga asal Burma itu dibunuh. Di situ, Nan mengalami berbagai pemandangan supernatural yang menakutkan. Namun, ia tidak bisa meyakinkan kedua orang tuanya dan memendam pengalaman itu sendiri. Nan pun memilih tinggal di asrama sekolah.
Kemudian, aura negatif itu menjalar ke Thi dan Parn, yang akhirnya terlibat dalam permasalahan besar. Bos perusahaan baru tempat Thi bekerja adalah seorang penipu, sehingga menguras uang Thi hingga nyaris habis. Thi jadi harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Di satu sisi, hubungannya dengan Nan semakin memburuk, terutama setelah Nan mengalami serentetan pengalaman supernatural.
Di rumah baru di Laddaland, hanya Nat satu-satunya orang yang tidak terganggu. Ia begitu menikmati berada di rumah baru. Terutama, ia memiliki teman sebaya yang senang bermain dengannya. Namun, itu ternyata menjadi masalah tersendiri. Orang-orang rumah tidak bisa melihat teman bermain Nan.
Ladda Land disutradara Sophon Sakdaphisit melalui naskah yang ditulis oleh Sopana Chaowwiwatkul dan Sophon Sakdaphisit.
Sejak awal ditayangkan di Thailand pada 28 April 2011, Ladda Land mendulang kesuksesan besar. Film ini berhasil meraup pendapatan sebesar US$3,8 juta hingga mengalahkan Thor saat pemutaran perdana di Thailand.
Ladda Land juga berhasil memenangkan enam gelar prestisius di Thailand National Film Association Awards.
Pencapaian ini membawa Ladda Land ditayangkan secara luas, dengan pemutaran perdana yang digelar di Busan International Film Festival pada 11 Oktober 2011.
|TIM

Subscribe to my channel

