AdvertorialBupati Aceh Utara Dampingi Kajati Aceh Tinjau Progres Waduk Keureutoe

Bupati Aceh Utara Dampingi Kajati Aceh Tinjau Progres Waduk Keureutoe

KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Bambang Bachtiar, SH, MH, didampingi oleh Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meninjau progress pembangunan waduk/bendungan Keureutoe di pedalaman Kecamatan Paya Bakong, Senin, 20 Juni 2022.

Tinjauan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Kajati Aceh di Kabupaten Aceh Utara berlangsung sehari penuh, dari pagi hingga malam. Pada pagi hari Kajati Bambang Bachtiar melakukan pertemuan internal dengan jajaran Kejaksaan Negeri Aceh Utara di Lhoksukon. Pada siang hari mengikuti prosesi peusijuek di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

Selanjutnya pada sore hari meresmikan Gampong Binaan Stunting di Gampong Cempeudak Kecamatan Tanah Jambo Aye. Kemudian, menjelang magrib melakukan kunjungan ke waduk Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong untuk melihat langsung progres pembangunannya.

Rombongan menuju Paya Bakong setelah menghadiri peresmian Gampong Binaan Stunting di Kecamatan Tanah Jambo Aye, dan tiba di lokasi proyek waduk/bendungan Keureutoe menjelang magrib, Senin, 20 Juni 2022. Kunjungan tersebut turut didampingi sejumlah pejabat terkait lainnya, termasuk pejabat dari Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) I Kementerian PUPR Verdiyanti.

Pada kesempatan itu, Bambang Bachtiar mengatakan tinjauan ke waduk Keureutoe dimaksudkan untuk melihat dari dekat sejauh mana progres pembangunan waduk tersebut.

Kata dia, waduk/bendungan Keureutoe merupakan bagian dari pengawasan dan pengamanan pihak Kejaksaan. Tersebab itu, pihaknya terus memantau perkembangan pembangunannya setiap saat. “Bendungan ini merupakan kebanggaan masyarakat di sini, sebagai ikon Aceh yang harus kita jaga dan kita rawat,” kata Bambang.

Bambang mengharapkan pengerjaan waduk/bendungan Keureutoe dapat diselesaikan sesuai jadwal. Sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi pada 2024 harus sudah tuntas pembangunannya, sehingga ke depan siapapun Presidennya, sudah bisa dirasakan manfaat bendungan ini oleh masyarakat.

Sebagaimana diketahui, waduk/bendungan Keureuto dimulai pembangunannya pada 2015 dengan sistem tahun jamak (multiyears). Diawali dengan peresmian ground breaking oleh Presiden RI Joko Widodo di Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong.

Direncanakan, waduk ini memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik. Bendungan tersebut pun dirancang untuk memiliki tampungan khusus banjir sekitar 30,39 juta meter kubik atau sebesar 501,49 meter kubik/detik. Dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun di beberapa kecamatan kawasan tengah Aceh Utara.

Waduk Keureuto juga akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi yang mampu mengairi lahan seluas 9.420 hektare yang terdiri dari intensifikasi Daerah Irigasi (DI) Alue Ubay seluas 2.743 hektare dan ekstensifikasi DI Pasee Kanan seluas 6.677 hektar. Bendungan Keureuto nantinya akan menjadi salah satu bendungan terbesar di Sumatera yang dibangun oleh Kementerian PUPR.

Dipeusijuek di Pendopo

Sebelumnya, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, SH, MH, pada siang hari di-peusijuek di Pendopo Bupati. Selain dihadiri Bupati H Muhammad Thaib, juga turut hadir sejumlah pejabat Forkopimda di antaranya Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, SIK, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Dr Diah Ayu HL Iswara Akbari, SH, MHum, serta Plt Sekdakab Aceh Utara Dayan Albar, SSos, MAP, Asisten II Ir Risawan Bentara, MT, para Kepala SKPK Aceh Utara, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Prosesi peusijuek diawali dengan penobatan adat dengan pemakaian kupiyah meukeutob oleh Bupati H Muhammad Thaib. Dilanjutkan dengan peusijuek dilakukan oleh Sekretaris MPU Aceh Utara Abi Muhammad Sufi dari Dayah Paloh Gadeng.

Bupati H Muhammad Thaib dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas kehadiran Kajati Aceh Bambang Bachtiar ke Aceh Utara. Di tengah padatnya kegiatan dinas, Kajati bersedia meluangkan waktu untuk silaturahmi dengan jajaran Forkopimda Aceh Utara. Bupati berharap hubungan silaturahmi dengan jajaran Kejaksaan tetap terpelihara dan harmonis seperti telah terjalin selama ini.

Lebih jauh Bupati H Muhammad Thaib mengharapkan dukungan dan support yang terus menerus dari Kajati Aceh serta jajaran Kejaksaan dalam membangun Aceh Utara. “Banyak hal yang belum terselesaikan meskipun saya dua periode menjadi Bupati, untuk itu sangat kita harapkan program-program yang belum selesai dan dinilai bermanfaat bagi masyarakat agar dapat dilanjutkan oleh Bupayi berikutnya,” kata Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Cek Mad mengatakan selama ini jajaran Kejaksaan telah memberikan dukungan yang tidak sedikit dalam menggerakkan roda pembangunan di Bumi Pase. Misalnya dalam pembangunan bendungan/waduk Keureutoe yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendapat perhatian khusus Presiden.

“Sangat kita harapkan waduk Keureutoe dapat segera selesai pembangunannya dan segera mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Cek Mad.

Selain itu, lanjutnya, item pekerjaan yang belum tuntas adalah peralihan aset Pemkab Aceh Utara dengan Pemko Lhokseumawe. Meskipun telah dimediasi oleh Pemerintah Aceh, namun hingga saat ini proses peralihan aset belum tuntas terselesaikan. Untuk itu Cek Mad mengharapkan dukungan pihak Kejati untuk terus melakukan pendampingan sehingga proses tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Bambang Bachtiar, SH, MH, dalam sambutannya mengajak Pemkab Aceh Utara untuk berkolaborasi dengan jajaran Kejaksaan untuk mendapatkan pendampingan hukum. Misalnya dalam persoalan aset antara Pemkab Aceh Utara dengan Pemko Lhokseumawe, mudah-mudahan dapat diselesaikan sampai tuntas dan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu Kajati juga menekankan pentingnya memakai barang-barang produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dalam hal ini pihaknya meneruskan amanat dari Kejaksaan Agung sesuai dengan titah dari Presiden agar pengadaan barang dan jasa lebih mengutamakan produk-produk dalam negeri.

Seusai mengikuti prosesi peusijuek, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, SH, MH, beserta rombongan menuju ke Gampong Cempeudak Kecamatan Tanah Jambo Ayeh. Di sini Kajati meresmikan Gampong Binaan Stunting Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial Adhyaksa tahun 2022.

Melalui program peduli stunting ini, Kajati Bambang Bachtiar turut memberikan makanan tambahan dan vitamin kepada ibu hamil dan balita resiko tinggi. Penyerahan bantuan itu turut didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Dr Diah Ayu HL Iswara Akbari

Kata Bambang, pihaknya terpanggil untuk mengatasi persoalan stunting karena hal ini merujuk pada angka stunting yang tinggi di Provinsi Aceh. “Mungkin TNI/polri masuk di program vaksin Covid-19, maka kami masuk di program stunting,” kata Bambang.

Persoalan stunting, kata dia, bukan hanya permasalahan Aceh, melainkan menjadi masalah jangka panjang nasional, menyangkut masa depan bangsa karena anak-anak kita adalah generasi penerus. “Merekalah masa depan Aceh, bagaimana kita membagun Aceh jika modal dasarnya itu anak yang mengalami stunting dan terganggu perkembangan imajinatif dan intelektual pemikirannya.”

Pemerintah Aceh telah memiliki Pergub Nomor 14 tahun 2019 tentang penanggulangan stunting Aceh. Atas dasar hal tersebut Kejaksaan Tinggi Aceh merasa berkewajiban untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan kewajiban ini. Melalui program bakti sosial Adhyaksa Kejati Aceh memulai program di Aceh Utara dan Aceh Timur, dengan mengajak pihak-pihak yang mempunyai visi yang sama untuk membangun Aceh. [ADV]

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi...

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca...