LHOKSUKON– Sebanyak 250 karya fotografi bertema destinasi wisata Aceh dipamerkan di halaman Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), Kabupaten Aceh Utara, Rabu (22/7/2026). Pameran yang menghadirkan karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi itu menjadi ajang promosi potensi wisata Aceh sekaligus upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak banjir pada akhir 2025.
Pameran fotografi tahunan tersebut mengusung tema “Jejak Cahaya, Kisah dalam Bingkai”. Sebanyak 250 mahasiswa fotografer menampilkan karya yang mengangkat keindahan alam, budaya, kehidupan masyarakat, hingga panorama perkotaan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.
Ketua panitia, Haikal, mengatakan pameran fotografi telah menjadi agenda rutin mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimal yang setiap tahun mengangkat tema berbeda. Tahun ini, mayoritas karya yang dipamerkan menampilkan keindahan destinasi wisata Aceh melalui foto landscape, disertai sejumlah foto human interest yang menggambarkan kehidupan masyarakat.
“Sebagian besar foto yang dipamerkan menampilkan panorama wisata Aceh, mulai dari pantai, laut, air terjun, pegunungan hingga lanskap perkotaan. Kami ingin memperlihatkan bahwa Aceh memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan layak dikenal lebih luas,” ujar Haikal.
Menurut dia, tema wisata dipilih sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung promosi pariwisata Aceh pascabanjir yang sempat memengaruhi kunjungan wisatawan. Melalui karya fotografi, mahasiswa ingin menghadirkan optimisme sekaligus mengajak masyarakat kembali menikmati berbagai destinasi wisata di Tanah Rencong.
“Fotografi mampu menyampaikan cerita tanpa banyak kata. Kami berharap setiap foto dapat menjadi media promosi yang menginspirasi masyarakat untuk datang dan menikmati keindahan Aceh secara langsung,” katanya.
Dekan FISIP Universitas Malikussaleh, Teuku Zulkarnain, mengatakan pameran fotografi telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Selain menjadi ruang apresiasi karya mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kreativitas serta kemampuan komunikasi visual mahasiswa.
Menurut dia, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi tidak hanya aktif di bidang fotografi, tetapi juga memiliki komunitas sinematografi dan jurnalistik yang secara konsisten menghasilkan karya-karya kreatif.
“Pameran ini bukan sekadar menampilkan foto, tetapi menghadirkan pengalaman visual bagi pengunjung. Banyak karya yang sangat menarik dan instagramable sehingga berpotensi dibagikan di media sosial. Promosi wisata akan berlangsung secara alami melalui unggahan para pengunjung. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengangkat kembali citra pariwisata Aceh setelah bencana banjir,” ujar Teuku Zulkarnain.
Ratusan karya yang dipajang di ruang terbuka itu menarik perhatian mahasiswa, dosen, pelajar, hingga masyarakat umum. Pengunjung tampak menikmati setiap karya sembari mengabadikan momen di sejumlah sudut pameran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimal berharap fotografi tidak hanya menjadi media ekspresi seni, tetapi juga berperan sebagai sarana promosi yang mampu memperkenalkan keindahan wisata Aceh kepada masyarakat Indonesia bahkan mancanegara.

Subscribe to my channel

