Terhubung dengan kami

Ketua PN : 2 Kali Nelayan Pusong Ajukan Suntik Mati

Polhukam

Ketua PN : 2 Kali Nelayan Pusong Ajukan Suntik Mati

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Nazir, menyebutkan dua kali permohonan suntik mati diajukan oleh Nazaruddin Razali, warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Pertama didaftar kemarin, tapi datanya belum lengkap. Hari ini sudah didaftar lagi untuk melengkapi berkas itu. Tadi saya lihat, sudah lengkap berkasnya,” sebut Nazir per telepon, Jumat (7/1/2022).

Dia menyebutkan, setelah menerima permohonan, dirinya akan menunjuk hakim tunggal yang akan menyidangkan kasus itu. Persidangan diperkirakan akan berlangsung pekan depan. “Hak masyarakat mengajukan permohonan di pengadilan. Tugas kita menyidangkan dan melihat dasar hukumnya. Apakah ada dasar hukumnya atau tidak, itu nanti yang dilihat oleh hakim,” kata Nazir.

Dia pun mengaku heran dengan alasan yang diajukan oleh pemohon yaitu karena kesulitan ekonomi akibat rencana Pemerintah Kota Lhokseumawe yang akan menggusur keramba di Waduk Kota Lhokseumawe.

“Sepanjang saya berkarir di pengadilan, ini kasus unik dan baru pertama kali terjadi. Kalau di negara barat itu, biasanya dimohon suntik mati karena penyakit yang bertahun-tahun dan tidak sembuh-sembuh. Ini unik sekali, baru kali ini saya melihat kasus begini,” kata Nazir.

Meski begitu, dia menyebutkan proses persidangan diperkirakan akan dilakukan pekan depan. “Nanti jadwal sidangnya akan ditetapkan. Silakan diikuti saja nanti di pengadilan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nazaruddin mengaku sudah mendaftarkan permohonan suntik mati ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Dia mengaku kecewa atas kebijakan pemerintah kota akan merelokasi dengan alasan membersihkan waduk itu. Karena, sambung Nazaruddin waduk itu sebagai sumber penghasilan utamanya untuk memasang keramba ikan.

|KOMPAS

Baca selengkapnya
Rekomendasi...

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Ke Atas