LHOKSEUMAWE– Ratusan kilogram ikan kerapu mati mendadak di keramba Krueng Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe sepekan terakhir. Akibatnya, petani tambak mengalami kerugian ratusan juta.
Salah seorang petani, Imran, kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/1/2020) menyebutkan, kematian ikan itu begitu tiba-tiba. Dia menyebutkan, keluhan itu sudah dilaporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Lhokseumawe.
“Kali ini, seluruh keramba di sini gagal panen. Mulai dari benih sampai ikan siap panen semuanya mati. Tiba-tiba begitu saja. Ini baru pertama kali terjadi, sebelumnya kami normal saja dan ikan selamat sampai musim panen tiba,” katanya.
Analis Balai Pengembangan Budidaya Air Ujung Bate, Banda Aceh, Khairul Razi, yang tiba di lokasi keramba menyebutkan belum mengetahui pasti penyebab ikan itu mati. Untuk memastikan penyebab kematian ikan, petugas telah mengambil sampel air di seluruh keramba.
“Kita ambil sampel airnya per satu jam sekali. Untuk memproses sampel air ini butuh waktu tiga hari. Barulah kita ketahui zat apa yang terkandung di dalam keramba sehingga mengakibatkan ikan itu mati,” kata Khairul.
Dia menyebutkan, mereka datang ke Lhokseumawe khusus untuk mengambil sampel air tersebut. Pengambilan sampel atas permintaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Lhokseumawe.
“Nanti laporan hasil pemeriksaan akan kita sampaikan ke dinas, namun butuh waktu tiga hari lagi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, puluhan petani tambak memasang keramba di sepanjang Krueng (sungai) Cunda, Kota Lhokseumawe. Sebagian bahkan memasang keramba di dalam kompleks Waduk Kota Lhokseumawe.
|KCM

Subscribe to my channel

