LHOKSEUMAWE |Tim Polres Lhokseumawe masih memburu tiga orang lagi penyebar informasi bohong (hoaks) tentang penanganan kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan dan guru pesantren di Lhokseumawe. Identitasnya ketiganya telah diketahui polisi.
Sebelumnya, polisi telah menahan tiga penyebar hoaks yaitu berinisial HS (29) seorang petani berasal dari Kabupaten Bireuen. Kemudian, IM (19) dan NA (21) yang berasal dari Kota Lhokseumawe.
“Yang tiga orang lagi ini, kita duga sebagai pembuat konten hoaks itu. Sedangkan yang ditangkap kemarin itu penyebar,” sebut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang.
Dia menyebutkan, polisi terus mencari keberadaan tiga pelaku lagi itu. Mereka ini, sambung Kasat, membuat konten seakan-akan penanganan kasus pelecehan seksual yang dilakukan AI dan MY (pimpinan dan guru pesantren) fitnah. Padahal, polisi bekerja professional sesuai dengan alat bukti yang ada.
“Sekarang maish terus dicari sampai ketemu,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan. |KCM
BANDA ACEH – Kabupaten Bireuen tercatat sebagai daerah dengan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tambahan…
Aceh Tamiang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tanggap darurat bencana banjir…
Bentuk Tim Audit Benahi Layanan Air Bersih Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman…
ACEH UTARA – Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) menetapkan tiga calon rektor yang akan melaju ke…
Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan petani di wilayah Madiun Raya dapat memenuhi kebutuhan…
BANDA ACEH – AMODA Hotel By Sativa resmi menghadirkan gedung baru dengan penambahan berbagai fasilitas…
This website uses cookies.