ACEH UTARA | Kasus penderita penyakit Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Aceh Utara mengalami kenaikan. Pada tahun 2017 penderita sebanyak 460 pasien, tahun lalu mencapai 1.247 pasien.
Penyakit ini mudah menular sehingga berpotensi terjadi kenaikan tiap tahun penderita yang harus diobati tim medis.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Aceh Utara, Achriani Fitri, Rabu (10/7/2019) menyebutkan mayoritas masyarakat menganggap batuk sebagai gejala awal TBC sebagai batuk biasa. Sehingga enggan berobat.
Penyakit yang disebabkan Bakteri Tahan Asam (BTA) bisa menimbulkan gangguan pada saluran nafas. “Untuk gejala utama pasien TBC paru yaitu batuk berdahak selama dua minggu atau lebih yang dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih satu bulan,”jelasnya,
Dari sisi jenis kelamin, kaum laki-laki lebih banyak menderita TBC. “14 kali lebih besar jumlah laki-laki dibanding perempuan penderita TBC. Ini bisa dipicu laki-laki merokok dan tidak patuh minum obat,” katanya.
Untuk menekan penderita TBC di kabupaten itu, sambungnya, akan ditingkatkan kerjasama dengan lintas sektor. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan mau memeriksa kesehatan di layanan kesehatan pemerintah dan swasta yang ada di kabupaten tersebut.
“Peningkatan kompetensi tenaga medis juga untuk mampu menjangkau penderita TBC lebih banyak lagi. Agar bisa ditekan jumlah penderitanya,” pungkas. |KC

Subscribe to my channel

