WisataHore, Omset Pedagang di Lokasi Wisata Rp 10 Juta per Hari

Hore, Omset Pedagang di Lokasi Wisata Rp 10 Juta per Hari

ACEH UTARA | Ratusan wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Aceh memadati kawasan Pantai Ujong Blang, di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (8/6/2019). Mereka berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur.

Sejak pagi hingga sore hari, mereka memadati area pantai yang paling populer di Kota Lhokseumawe, Aceh itu. Mereka datang dengan menggunakan bus dan mobil pribadi. Sehingga kawasan jalan dua jalur sepanjang pantai terlihat padat dengan parkir mobil dan sepeda motor.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Bener Meriah, Nur Masyitah, menyebutkan mereka sengaja memilih berlibur di Lhokseumawe untuk bisa membawa anak mandi di bibir pantai. Pasalnya, daerah Bener Meriah dataran tinggi dan tidak memiliki laut.

“Kami nginap di hotel semalam. Sehingga bisa sepuasnya mandi di pantai. Hari ini bisa pulang ke Bener Meriah. Saya datang bawa keluarga besar,” katanya.

Di pantai itu mereka bisa berenang dengan menyewa ban dengan harga Rp 10.000 per satu jam. Selain itu, bisa pula berkeliling laut dengan menggunakan boat disediakan masyarakat lokal. Per orang dikenakan biaya Rp 10.000 untuk 15 menit ber keliling laut.

Tersedia pula makanan ringan mulai rujak, mi, kelapa muda dan aneka minuman kaleng. Kawasan pantai hanya dibuka hingga menjelang magrib. Wisatawan lainnya asal Kabupaten Bireuen, Muhammad Ihsan, menyebutkan sengaja mengunjungi pantai itu untuk berlibur. Di daerahnya, pantai juga tersedia. “Kalau di Bireuen kan ada pantai juga, tapi di sana kan sudah sering dikunjungi. Maka milih pantai ini yang belum pernah dikunjungi,” sebut Ihsan.

Padatnya pengunjung membawa berkah tersendiri bagi pedagang makanan dan pemilik pondok. Salah satunya, Maimun. Dia menyebutkan selama lebaran, dalam sehari bisa mengantongi uang Rp 10 juta.

“Alhamdulillah rezeki.Ini mungkin ramai sampai Minggu (besok).Karena Senin sudah masuk kantor lagi. Kalau hari biasa, umumnya hanya sore ramai pengunjung. Itu pun tidak ratusan orang seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Hingga menjelang magrib, wisatawan baru meninggalkan kawasan pantai. Pedagang terlihat membersihkan area dagangan di bibir pantai. Sehingga pengujung nyaman untuk mandi dan bersantai di kawasan itu. |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

PMI Salurkan Bantuan Rp 2,3 M untuk Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh...

Oprit Jembatan Baylei Amblas Karena Banjir Aceh Utara Segera Diperbaiki

LHOKSUKON – Oprit jembatan baylei amblas karena banjir di...

Viral Tenda Pengungsi Korban Banjir Aceh Tamiang Dibongkar Paksa

KUALA SIMPANG- Sebuah video menarasikan pembongkaran tenda pengungsi secara...

Ini Dia Pilihan Tempat Berlibur Lebaran di Kota Takengon

Takengon adalah salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi...

Ribuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terkena Penyakit ISPA, Diare, Influenza dan Penyakit Kulit

KUALA SIMPANG- Penyintas banjir Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,...