ParlemenMembunuh Jenuh di TPS ...

Membunuh Jenuh di TPS …

Sejumlah warga mengantre di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/4/2019). Jam baru menunjukan pukul 10.00 WIB. Matahari menanjak tinggi. Di lokasi, panitia pemungutan suara menyiapkan tenda. Sebagian pemilih berteduh di bawah tenda, sebagian lagi melebar ke luar. Panas terasa “membakar” kepala.

“Saya balik lagi nanti saja, terlalu lama antre. Panas juga,” kata Edi Saputra, seorang pemilih di lokasi.

Edi bersama empat temannya pun meninggalkan lokasi pemungutan suara. Dia berencana akan kembali ke lokasi sebelum pukul 13.00 WIB. Sebagian warga mengikuti langkah Edi.

Pemilih lainnya, Muhammad Yusuf Pase, menyebutkan pemilihan kali ini memang terbilang ribet. Kertas suara terbilang besar. Hingga waktu yang dibutuhkan terlalu lama untuk mencoblos mulai dari anggota DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan pemilihan presiden.

“Butuh sekitar 10 hingga 15 menit per orang. Maka butuh waktu lama,” terangnya.

Pemilih lainnya, Syahrul Masna, menyebutkan, bagi pemilih yang belum menentukan siapa yang akan dicoblos, maka dibutuhkan waktu yang sangat lama. “Kalau kita sudah punya pilihan, langsung cari partai dan namanya. Jadi bisa hemat waktu, tapi dengan banyaknya surat suara, tetap butuh waktu lama juga,” terangnya.

Dia menyebutkan, sepanjang mengikuti pemilu, baru kali ini dibutuhkan waktu terlama dengan sistem pemilihan serentak legislatif dan ekskeutif.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe, Zainal Bakri, menyebutkan butuh waktu lama itu juga terekam dalam simulasi yang dilakukan lembaganya. “Bagi pemilih yang sudah menentukan pilihan lebih cepat selesai mencoblos,” katanya.

Sejak pagi tadi hingga siang ini, sambung Zainal, pelaksanaan pemilihan umum di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh berjalan lancar. “Sampai jam sekarang ini lancar saja, tidak ada kendala berarti,” pungkasnya.

Hingga berita ini dikirimkan, pemilihan umum masih berlangsung. Warga menahan jenuh menggu giliran, sebagian pulang dan belum tentu kembali lagi, memberi hak suara dalam pesta demokrasi di Indonesia kali ini. |TIM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas...

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh...

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang...

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab...

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...