ACEH UTARA | Polres Aceh Utara resmi memecat dengan tidak hormat, satu personelnya berinisial Bripka HZ dalam upacara resmi di halaman markas polisi resort itu, di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Senin (18/3/2019).
Pasalnya, Bripka HZ disebut desersi selama 30 hari kerja dan tidak diketahui keberadaannya.
BACA JUGA : Pemilu, Personel Polri DIlarang Foto Bersama Caleg dan Capres
Wakil Kapolres Aceh Utara, Kompol Edwin Aldro, menyebutkan Bripka HZ dipecat dengan tidak hormat dan tidak menghadiri upacara pemberhentian personel polisi. “Pemecatan itu sesuai dengan surat keputusaan Kapolda Aceh No. Kep/386/XII/2018 yang menyebutkan Bripka HZ terhitung 20 Desember 2018 dipecat dengan tidak hormat karena desersi,” sebutnya.

Dia menyebutkan, sebelum pemecatan telah dilakukan pembinaan kedisiplinan personel polisi dan melewati tahapan sidang kode etik Polri. Majelis sidang kode etik memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat dan ditetapkan dalam surat putusan Polda Aceh.
“Ini bukti, kalau pimpinan bersikap tegas dalam mengambil keputusan, untuk memberhentikan seorang personil Polri yang sudah dirasa tidak layak menjadi polisi. Ini menjadi pelajaran bagi semua polisi. Harap menjadi catatan dalam semua sikap dan tindakan anggota,” katanya.
Dia menyebutkan, polisi harus disiplin dalam menjalani tugas. Sehingga, bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam penegakan hukum. “Jika polisi saja tidak disiplin, bagaimana kita disiplin pada rakyat dalam penegakan hukum. Maka sanksi tegas tetap diberikan jika melanggar aturan yang ada,” pungkasnya.
|KCM

Subscribe to my channel

