LHOKSEUMAWE | Sebanyak enam santri yang menjadi korban pelecehan seksual pimpinan pesantren dan guru di Lhokseumawe kini ditangani tim psikolog. Penanganan psikolog itu untuk memulihkan trauma yang dialami paska kejadian memalukan tersebut.
Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem, Kamis (18/7/2019) menyebutkan, untuk korban berasal dari Kota Lhokseumawe kini ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Kita sedang upayakan pembiayaan psikolog dan lain sebagainya untuk korban asal Lhokseumawe itu ditangani pemerintah. Ini sedang diupayakan. Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak terus mendampingi korban,” kata Muslem.
Dia menyebutkan, pemulihan kondisi psikologis korban sangat penting. Sehingga korban tidak minder dan terus berkarya untuk masa depan.
“Kalau dari luar Lhokseumawe, semoga pemerintah asal daerah korban, itu bisa membantu korban juga. Karena sebagian korban juga asal kabupaten/kota lainnya di Aceh,” ungkap Muslem.
Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.
|KCM

Subscribe to my channel

