LHOKSEUMAWE – Puluhan emak-emak di Desa Paya Bili, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berdemonstrasi di halaman kantor desa, Selasa (10/5/2022). Mereka berdemo layaknya mahasiswa lengkap dengan membawa karton yang berisi tuntutan untuk aparat desa itu agar mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa.
Sebelumnya mereka sudah menanyakan kapan pencairan dana BLT sebesar Rp 300.000 per keluarga per bulan itu pada bulan April lalu. Namun, saat itu, aparat desa berjanji akan mencairkan dana BLT pada 4 April 2022. Namun, hingga hari ini, dana itu tak kunjung cair.
Mereka pun beramai-ramai menuju kantor desa dan menempati kantor itu. Tak ada aparat desa saat demo berlangsung. Belakangan, setelah sejam beraksi, Sekretaris Desa (Sekdes) Zubir Harun menemui pendemo.
“Kami sudah laporkan masalah ini ke Camat Muara Dua, Yuswardi, sebut Ti Hadiah, salah satu pendemo per telepon, Rabu (11/5/2022).
Selain itu, sambung Ti Hadiah, aparatur desa juga tidak menggelar rapat untuk pertanggungjawaban dana desa. Namun, saat ini, dirinya mendesak agar segera dicairkan BLT.
Saat demonstrasi berlangsung, Sekdes Paya Bilie, Zubir Harun datang ke kantor desa dan berjanji akan segera mencairkan BLT itu. Pasalnya, dana BLT sudah masuk ke rekening desa dan butuh waktu penarikan uang tunai di bank.
Namun, saat dihubungi ulang untuk menanyakan total penerima BLT di desa itu, Zubir Harun tidak menjawab telepon. Pesan yang dikirimkan hanya dibaca saja. Sedangkan Camat Muara Dua, Yuswardi, per telepon mengaku sudah menerima laporan dari aparat desa soal dana BLT itu. “Tadi sudah dikirim ke rekening penerima,” pungaksnya.
|KOMPAS|TIM

Subscribe to my channel

