LANGSA | Psikolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal), Nursan Junita, mengatakan, terkait kasus sepuluh pemuda yang dikabarkan telah memperkosa anak dibawah umur, terjadi di Kota Langsa tersebut bisa terjadi karena akibat dendam dan dipengaruhi oleh satu tontonan.
Menurut dosen psikologi itu, berawal dari motif balas dendam dan perilaku yang dilakukan kepada seorang wanita dan wanita itu adalah temannya sendiri sehingga nekat melakukan perbuatan yang tidak manusiawi, karena pelaku sudah dipengaruhi dengan satu tontonan konten pornografi.
“Ibu yakin sekali, mereka pelaku ini sudah terekspos konten pornografi. Besar kemungkinan nantotonan itu terus ditonton berulangkali, tidak menutup kemungkinan juga mereka sebelumnya pernah berhubungan layaknya suami istri dengan orang lain mungkin atas dasar suka sama suka,” kata Nursan Junita.
Jikapun para pelaku tersebut sebelumnya belum pernah melakukan adegan layaknya siami istri dengan orang lain, namun akibat terekspos konten pornografi itu sudah mempengaruhi anak- anak melakukan adegan dewasa yang pernah ditontonnya itu sehingga mengalami adiksi.
“Ketika mereka sudah mengalami adiksi pornografi, ada beberapa area fungsi otak manusia rusak namanya lobus frontal, bahanya mengalami kerusakan otak itu mereka tak lagi timbul rasa kasihan kepada seorang wanita apalagi tega melakukan pemerkosaan kepada temanya secara brutal. Kenapa otak mereka rusak karena mengalami adiksi itu tadi apalagi sudah sering menonton pornografi,” jelas Nursan.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap sembilan dari 10 pelaku pemerkosaan gadis dibawah umur. Korban diperkosa sebagai barter pembayaran hutang sebesar Rp 300 ribu.
Mereka adalah MR (17), MS (18), MO (19), MV (15), MRE (18), semuanya pelalajar asal Desa Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Berikutnya NS (17), MH (19), MK (12) dan MN (17) semua pelajar asal Desa Tengoh, Kecamatan Langsa Kota. Sembilan tersangka kini ditahan di Mapolres Langsa.
|RI

Subscribe to my channel

