LHOKSEUMAWE- Sejumlah warga Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mempertanyakan bantuan banjir yang tak kunjung dicairkan oleh pemerintah kota. Pasalnya, kabupaten/kota lainnya telah melakukan pencairan dana tahap dua, tiga dan empat.
Sedangkan Kota Lhokseumawe baru menyalurkan bantuan untuk 1.301 kepala keluarga penyintas banjir tahap satu.
Salah seorang penyintas banjir warga Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe Usman Delima, Kamis (24/9/2026) menyebutkan bantuan banjir belum disalurkan. “Bahkan tidak semua penyintas banjir di data. Kami harap, dilakukan data detail. Agar tidak ada yang dirugikan, sebagian dapat bantuan, sebagian tidak. Saya belum mendapatkan bantuan itu,” kata Usman.
Sementara itu, penyintas banjir dari Desa Blang Weu Panjo, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Nurul Akmal, menyebutkan rumahnya terendam banjir hingga atap rumah.
Namun, dirinya belum menerima bantuan korban banjir hingga saat ini. “Kita minta Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar memastikan kinerja aparaturnya. Cepat bekerja agar bisa menyalurkan bantuan. Sudah 11 bulan pascabanjir, belum ada bantuan,” katanya.
Dia pun kecewa karena kabupaten lainnya di Aceh telah selesai penyaluran tahap dua, tiga dan tahap empat.
“Semoga sesuai obrolan pemerintah, mempercepat dan benar benar cepat. Kabupaten lain kenapa bisa cepat, kenapa kita lambat,” keluhnya.
Diajukan ke Kemensos
Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Musliadi menyebutkan bantuan gelombang dua sudah dikirimkan ke pemerintah pusat.
“Senin kemarin sudah kita kirimkan ke Kementerian Sosial RI. Jumlahnya 16.381 kepala keluarga. Ini khusus bantuan isi hunian Rp 3 juta per KK. Sudah melewati usulan berjenjang dari desa, kecamatan hingga kota,” kata Musliadi.
Dia menjelaskan, untuk bantuan rusak ringan, sedang dan berat dibawah koordinasi Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kalau kita hanya bantuan isi hunian. Sedangkan bantuan ekonomi dan jatah hidup, kita tidak dapat, karena dilihat dari kerusakan saat verifikasi,” terangnya.
Dia berharap, Kementerian Sosial RI bisa segera mencairkan bantuan itu. “Kalau kapan dicairkan itu kewenangan Kemensos RI,” terangnya.
Sekadar diketahui, banjir Kota Lhokseumawe tidak terlalu parah dibanding kabupaten/kota lainnya pada 26 November 2025 lalu. Rumah rusak berat hanya 50 lebih. Sedangkan mayoritas rusak ringan dan rusak sedang.|KOMPAS

Subscribe to my channel

