LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera menindaklanjuti kondisi jembatan menuju SD Negeri 25 Sawang di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, yang lantainya bolong dan viral di media sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara Dayan Albar mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara untuk segera mengecek kondisi jembatan tersebut dan menyiapkan langkah perbaikannya.
“Saya sudah bicara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pak Jafar. Jembatan ini memang bukan lintasan utama di desa itu. Namun, benar itu merupakan akses menuju sekolah, sehingga harus segera diperbaiki,” kata Dayan Albar, Rabu (23/9/2026).
Menurut Dayan, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan material jembatan bailey yang sebelumnya digunakan pada salah satu lokasi yang terdampak banjir.
“Ilustrasinya, jembatan bailey ini kan berubah menjadi jembatan permanen. Jadi, bahan jembatan bailey yang ada kita geser ke lokasi itu,” ujarnya.
Namun, sebelum menentukan penggunaan jembatan bailey, tim teknis dari Dinas PUPR Aceh Utara akan terlebih dahulu melakukan pengukuran di lokasi. Pengukuran tersebut meliputi panjang, lebar dan kondisi konstruksi jembatan.
“Intinya tim dinas mengukur dulu jembatan itu, panjangnya, lebarnya dan lain sebagainya. Cocok atau tidak dengan jembatan bailey yang ada. Kalau cocok, langsung dipasang jembatan bailey. Jika tidak, kita anggarkan dalam APBD,” kata Dayan.
Ia menegaskan, perbaikan tidak harus langsung berupa pembangunan jembatan permanen. Menurutnya, yang paling penting dalam waktu dekat adalah memastikan jembatan tersebut aman digunakan oleh masyarakat, terutama para siswa dan guru yang setiap hari melintas menuju sekolah.
“Minimal diperbaiki lantai kayu dan dinding jembatan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat yang melintas di jembatan itu. Apalagi jembatan itu merupakan akses murid sekolah dasar,” katanya.
Dayan menyebutkan, dirinya telah menginstruksikan dinas teknis untuk turun langsung ke lapangan dan menyiapkan langkah perbaikan.
“Saya sudah instruksikan dinas teknis untuk turun ke lapangan dan menyiapkan perbaikan,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan jembatan tersebut dapat dilakukan secepatnya. Namun, apabila pembangunan harus menggunakan skema APBD Aceh Utara, pelaksanaannya kemungkinan baru dapat dilakukan pada 2027 setelah proses pengesahan anggaran.
“Kita coba cari opsi tercepat untuk memperbaiki jembatan itu,” tegas Dayan.
Sebelumnya, kondisi jembatan menuju SD Negeri 25 Sawang di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, viral di media sosial. Lantai jembatan yang mengalami kerusakan dan bolong dinilai membahayakan warga yang melintas.
Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi guru dan siswa untuk menuju sekolah yang berada di kawasan pedalaman Aceh Utara. Masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar jembatan dapat kembali digunakan dengan aman.|KOMPAS

Subscribe to my channel

