ACEH UTARA – Insiden yang menimpa Haiqal saat pertandingan turnamen sepak bola di Kecamatan Tanah Luas masih menjadi perhatian. Danramil 10/Tanah Luas, Kapten Inf Bahtera Luking Purba, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kondisi Haiqal sekaligus membahas tindak lanjut atas kejadian tersebut.
Koordinasi dilakukan bersama Camat Tanah Luas, Forum Geuchik selaku penyelenggara turnamen, unsur Kodam, serta Zulkifli, ayah kandung Haiqal.
Purba mengatakan, pihaknya juga telah mendatangi rumah sakit tempat Haiqal menjalani perawatan pada Kamis malam. Namun, mereka belum sempat melihat kondisi Haiqal secara langsung karena yang bersangkutan sedang beristirahat.
“Tadi malam kami berkunjung ke rumah sakit, tetapi karena Haiqal sedang beristirahat sehingga belum bisa melihat secara langsung kondisinya saat dirawat. Kami juga bertemu dengan ayahnya untuk menanyakan kondisi Haiqal,” kata Purba, Jumat (28/8).
Terkait penyelesaian persoalan tersebut, Purba menyebut berdasarkan keterangan Zulkifli, persoalan itu telah diserahkan kepada PWI Lhokseumawe. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Ketua PWI Lhokseumawe untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama.
Purba menjelaskan, insiden terjadi saat pertandingan berlangsung dan kericuhan pecah di antara kedua pihak yang bertanding. Anggota TNI dari Koramil 10/Tanah Luas bersama personel Polsek Tanah Luas yang ditugaskan mengamankan pertandingan kemudian berupaya melerai keributan.
Di tengah situasi tersebut, Haiqal yang berada di tengah kerumunan kemudian terjatuh.
Purba menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada anggota TNI yang melakukan pemukulan ataupun menendang Haiqal. Pernyataan serupa juga disampaikan pihak Forum Geuchik selaku penyelenggara turnamen.
Menurut Purba, kondisi lapangan ketika kejadian memang berlangsung cukup panas. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti bagaimana Haiqal sampai terjatuh hingga mengalami insiden tersebut.
“Kita kan tidak tahu di mana terkenanya dan segala macam. Ini ketidaksengajaan karena situasi ketika itu memanas di lokasi,” ujar Purba. |KOMPAS

Subscribe to my channel

